Gerakan #2019GantiPresiden Mengarah ke Makar

Whisnu Mardiansyah 12 September 2018 16:34 WIB
pilpres 2019
Gerakan #2019GantiPresiden Mengarah ke Makar
diskusi 'Tagar #2019GantiPresiden Makar atau Bukan' di kompleks Parlemen. Foto Medcom.id Whisnu
Jakarta: Gerakan #2019GantiPresiden dinilai bisa menimbulkan gejala ke tindakan makar. Gerakan itu disebut bukan sekadar ekspresi kebebasan berpendapat. 
 
"Ada motif politik yang tidak bisa hanya dianggap sebagai kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi dan pendapat Indonesia itu dibatasi hanya untuk yang baik. Saya membaca gerakan itu menuju ke arah sana (makar)," kata Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret, Agus Rikwanto dalam diskusi 'Tagar #2019GantiPresiden Makar atau Bukan' di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 September 2018.
 
Menurut Agus, ada fakta dan gejala ke arah makar pada gerakan #2019GantiPresiden. Di antaranya, pertama aksi gerakan ini bukan hanya di medsos, tetapi juga menggalang massa di ruang publik.
 
"Kedua, aksi ini dilakukan bukan di masa kampanye pilpres," ujar Agus.

Baca: Istana Sebut Gerakan 2019 Ganti Presiden Makar

Ketiga, aksi ini cenderung menimbulkan kebencian pada rezim yang berkuasa. Keempat, aksi ini berpotensi menimbulkan permusuhan dan perpecahan dan tindak kekerasan antar pendukung calon presiden.
 
Kelima, mengarah pada kampanye hitam bukan kampanye serangan di pilpres. Yang paling penting, Agus menilai aksi ini mengingkari tata krama dan etika bernegara menurut UUD 1945.
 
"Itu harus dilihat perkembangannya, kalau semakin ada gerakannya itu bisa makar," katanya.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id