Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. MI Rommy Pujianto.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. MI Rommy Pujianto.

Kronologi OTT Pejabat Kementerian PUPR

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Fachri Audhia Hafiez • 30 Desember 2018 04:03
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka dugaan suap kepada pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018. Mereka ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan intensif.
 
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan ihwal terbongkarnya suap melalui operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Awalnya, tim penindakan pertama kali mengamankan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah (MWR) sekitar pukul 15.30 WIB, Jumat, 28 Desember 2018. KPK juga mengamankan uang sejumlah SGD22.100 di dalam amplop.
 
"MWR diamankan di ruang kerjanya di Gedung Satker PSPAM Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Minggu, 30 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di lokasi yang sama, tim KPK juga mengamankan 12 orang lainnya yakni Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); dan PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA). Kemudian, Staf di Satuan Kerja SPAM Darurat, Dwi Wardhana (DWA); Bendahara Satuan Kerja SPAM Strategis, Asri Budiarti (ABU); dan Direktur PT WKE, Untung Wahyudi (UWH).
 
(Baca: Delapan Orang jadi Tersangka Suap Kementerian PUPR)
 
Lalu, Staf Bendahara Satuan Kena SPAM Strategis, Wiwik (WIK); Sekretaris Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis, Shefie Putri Pratama (SPP); PPK SPAM Strategis, Diah (D); sopir Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis, Sugianto (SU); Direktur PT WKE, Adi Dharma (AD); dan PPK SPAM Strategis, Tarso (T).
 
Dari mobil Teuku yang berada di parkiran Gedung Satker PSPAM Strategis, tim KPK mengamankan uang sebesar Rp100 juta dan USD3.200. Tim KPK juga mengamankan uang sebesar Rp636,7 juta dari ruang kerja DWA.
 
Tak hanya itu, tim pun kembali mengamankan uang sebesar Rp1,426 miliar dari brankas yang ada di ruang kerja Asri Budiarti. Sedangkan dari tangan Untung Wahyudi, tim menyita Rp500 juta dan USD1.000.
 
"Tim kemudian menggiring WIK ke tempat tinggalnya yang tak jauh dari Gedung Satker PSPAM Strategis, untuk mengamankan uang terkait dengan kasus ini sebesar Rp706,8 juta," ujar Saut.
 
Saut mengatakan secara paralel, tim KPK bergerak ke Pulo Gadung, Jakarta Timur untuk mengamankan tiga Direktur PT WKE, yakni Yohanes Herman Susanto (YHS), Andri (A), dan Dwi (DW). Kemudian, pada pukul 21.00 WIB, tim KPK bergerak ke Kelapa Gading untuk mengamankan Direktur Utama PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih (LSU); Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma (IIR); dan Sopir IIR, Warso (W).
 
Semuanya diamankan di tempat tinggal Budi Suharto. Terakhir, tim mengamankan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL) di tempat tinggalnya di daerah Serpong pada pukul 23.00 WIB.
 
"Sebanyak 21 orang tersebut kemudian langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK," ucap Saut.
 
(Baca: KPK Sesalkan Proyek Penyediaan Air Bencana Dikorup)
 
Usia melakukan pemeriksaan awal, penyidik lantas meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan dengan menetapkan delapan tersangka. Empat diduga sebagai pihak pemberi dan empat lainnya penerima suap.
 
Atas perbuatannya, Budi, Lily, Irene, dan Yuliana selaku pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
Sedangkan, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif