Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan - Medcom.id/Marselina Tabita.
Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan - Medcom.id/Marselina Tabita.

MA Diminta Terlibat Mempersiapkan Calon Hakim Agung

Nasional mahkamah agung hakim agung
Dheri Agriesta • 03 Januari 2019 12:05
Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan menilai ada sejumlah tantangan dalam proses seleksi calon hakim agung. Salah satunya tantangan subjektif dalam proses seleksi.
 
"Prosedur penerimaan hakim agung juga bisa merupakan masalah perspektif gitu ya," kata Bagir di sela seleksi wawancara calon hakim agung di Komisi Yudisial, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Januari 2018.
 
Bagir menyinggung proses uji kepatutan dan kelayakan calon hakim agung di DPR. Ia tak membantah terkadang uji kepatutan dan kelayakan itu politis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika hal itu terjadi, kriteria yang proporsional jadi pertimbangan kedua dalam menilai calon hakim agung. Ia berharap tahapan seleksi di Komisi Yudisial bisa meloloskan calon hakim berkualitas baik untuk masuk dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR.
 
Tapi, Bagir menilai ada yang kurang dalam tahapan seleksi hakim agung yang dilakukan KY. Seharusnya, kata dia, Mahkamah Agung juga terlibat mempersiapkan para calon hakim agung.
 
"Mestinya Mahkamah Agung juga turun tangan mempersiapkan mereka yang mencalonkan di tingkat administratif pertama," kata dia.
 
(Baca juga:MA Telisik Penyebab Perilaku Korup Hakim)
 
Misalnya, kata Bagir, KY sebaiknya mengundang pihak yang kompeten dari MA untuk mendampingi para calon hakim agung. Perwakilan MA ini bisa berdiskusi dengan para calon hakim agung agar lebih siap dan kompeten dalam melewati tahap seleksi.
 
"Kalau perlu undanglah orang-orang yang mempunyai pengetahuan seluk beluk penemuan hukum itu bisa berdiskusi dengan mereka, bisa disiapkan dengan baik, Mahkamah Agung tidak boleh lepas tangan begitu saja, jadi problem itu juga memengaruhi. Belum lagi suasana bisa memengaruhi gugup kan juga ada, itu salah satu," kata Bagir.
 
Kabag Hukum dan Humas MA Abdullah mengakui MA tak terlibat dalam proses seleksi hakim agung yang dilakukan KY. Selama ini, MA hanya menyurati KY jika membutuhkan tambahan hakim agung.
 
"MA hanya bersurat ke KY membutuhkan hakim dengan kualifikasi sesuai kamar yang dibutuhkan dan keahlian yang dibutuhkan, tapi proses seleksinya sendiri dilakukan oleh KY," kata Abdullah ketika dihubungi Medcom.id.
 
(Baca juga:KY Hasilkan 2 Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc untuk MA)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi