MA Telisik Penyebab Perilaku Korup Hakim
Juru bicara Mahkamah Agung Suhadi - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Sebanyak 20 hakim ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT). Juru bicara Mahkamah Agung Suhadi heran dengan fakta ini. Padahal, klaim dia, MA telah berupaya memberantas perilaku korup. 

"Ini kita akan cari masalahnya, ini kan semua upaya kan sudah kita laksanakan," kata Suhadi di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu, 28 November 2018. 

Upaya itu, kata dia, sudah dituangkan dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 tentang Penegakan Disiplin Kerja hakim pada Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya. Ada juga, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 8 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya. 


Terakhir, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 9 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan di MA dan badan peradilan di bawahnya. Selain itu, ada maklumat Ketua Mahkamah Agung tentang pencegahan korupsi.

Baca juga: OTT Kode Keras untuk MA

Selain itu, jajaran hakim MA juga turun ke bawah membina para hakim di pengadilan negeri. Belum lagi, Badan Pengawasan yang terus bekerja optimal. 

"Ternyata masih seperti ini kira-kira resep yang bagaimana untuk menghentikan, ini kan perlu kita pelajari lagi," kata dia. 

Pengawasan melekat yang diterapkan MA juga dinilai belum efektif. Hakim, kata dia, seharusnya mengetahui tata cara disiplin menjalankan tugas. 

Suhadi menyebut MA tak menutup diri untuk mengevaluasi segala kekurangan yang ada. Sistem yang digunakan akan dievaluasi ulang untuk mencegah insiden ini terulang. 

"Saya kira demikian, akan kita tinjau kembali apa sebab dan bagaimana jalan keluar lebih baik," pungkas Suhadi.


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id