OTT Kode Keras untuk MA
Hukum. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal
Jakarta: Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pengadilan dinilai harus menjadi peringatan keras bagi Mahkamah Agung (MA). Pasalnya, posisi pengadilan vital dalam proses penegakan hukum.

“Dari sisi pengawasan, ini sekali lagi memberikan kode keras kepada MA untuk berubah total, bukan hanya sistem pengawasannya, tetapi juga paradigma tentang pengawasan hakim," kata Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Rabu, 28 November 2018.

Sekretaris jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengingatkan semestinya lembaga peradilan menjadi kelompok yang paling bersih dan resisten terhadap perilaku koruptif. Apalagi, hakim mendapat predikat sebagai ‘wakil Tuhan’. 


“(Wakil Tuhan) jauh lebih tinggi dan mulia status dibanding anggota DPR/DPRD yang predikatnya hanya wakil rakyat," jelas Arsul.

Menurut dia, di diri hakim telah melekat predikat pemberi keadilan melalui putusannya yang konkret dan individual. Di sisi lain, para pencari keadilan menggantungkan nasib kepada hakim.

"Karena itu hakim dipanggil ‘yang mulia’, berbeda dengan presiden atau anggota DPR sekalipun yang hanya dipanggil ‘yang terhormat’," beber dia.

OTT terhadap hakim dan panitera yang terulang pun menyentak banyak pihak. Arsul menilai pengawasan hakim perlu ditata ulang dengan dengan merumuskan kembali peran MA dan Komisi Yudisial (KY) secara lebih tegas.

"Salah satunya nanti melalui RUU (Rancangan Undang-Undang) Jabatan Hakim," ucap Arsul.

Baca: Beberapa Hakim PN Jaksel Tak Ngantor Usai OTT

Dia mengungkap DPR banyak mendapat masukan bila format hukum soal pengawasan hakim tidak berubah. Hal ini menyulitkan upaya limitasi perilaku hakim yang menyimpang. "Termasuk yang bersifat koruptif," tandasnya. 

Seperti diketahui, KPK baru saja menangkap tangan pejabat pengadilan. Kali ini, hakim, pegawai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, serta advokat diringkus. Uang sebesar USD45 ribu yang diduga terkait suap disita.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id