Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej. MI/Pius
Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej. MI/Pius

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Ketentuan Pemidanaan Sektor Pers di RKUHP

Anggi Tondi Martaon • 24 November 2022 17:51
Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memastikan tidak ada pemidanaan terhadap insan dan produk jurnalistik dalam revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Kemerdekaan pers dijamin dalam amendemen rujukan hukum pidana Indonesia tersebut.
 
"Tidak ada satupun yang berkaitan dengan delik pers," kata Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 24 November 2022.
 
Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengadopsi sejumlah pasal di Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketentuan tersebut dimasukkan ke dalam penjelasan pasal di revisi KUHP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penjelasan terkait penghinaan itu kita merujuk kepada Pasal 3 UU Pers," ungkap dia.
 
Dia menegaskan kemerdekaan pers sangat terjamin dalam revisi KUHP. Hal itu dianggap sebagai common sense.
 
"Bahwa orang bekerja itu tidak bisa dipidana selama apa yang dia lakukan itu sesuai dengan perintah dan jabatan yang melekat pada dirinya," sebut dia.
 

Baca juga: Ketentuan Pidana Mati di Revisi KUHP, Ada Masa Percobaan 10 Tahun dan Opsi Diganti Penjara 20 Tahun


 
Selain itu, Edward menyampaikan alasan penegasan tidak adanya pemidanaan terhadap insan dan produksi jurnalistik hanya masuk ke dalam penjelasan. Pemerintah tidak ingin memberikan kekhususan kepada sektor pers.
 
Jika hal itu dilakukan, dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan bagi profesi lain. Dia menegaskan ketentuan tersebut berlaku juga bagi profesi lain.
 
"Saya kira yang melaksanakan perintah jabatan siapapun, maupun jurnalistik, mau dokter, dan segala macam (profesi), selama dia melakukan tugas sesuai fungsi dan jabatannya itu memang tidak bisa dipidana," tegas dia.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif