Kejaksaan Agung. (MI)
Kejaksaan Agung. (MI)

Kejagung Kembali Periksa Dua Saksi Peristiwa Paniai

Tri Subarkah • 31 Maret 2022 20:26
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui jajaran Direktorat Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat Jaksa Agung Muda Bidang Tidak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) kembali mengusut peristiwa Paniai 2014. Sebanyak dua saksi inisial FFA dan IW diperiksa. 
 
"Keduanya diperiksa terkait dugaan pelanggaran HAM yang berat dalam peristiwa di Paniai, Provinsi Papua, tahun 2014," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, melalui keterangan tertulis, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Terpisah, JAM-Pidsus Febrie Adriansyah menyebut pihaknya masih mengumpulkan alat bukti terkait peristiwa yang terjadi pada 7 dan 8 Desember 2014. Ia mengakui ada beberapa calon saksi yang meminta pemeriksaan ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih ada pengumpulan alat bukti, terutama saksi. Kan ada penundaan-penundaan tuh," kata dia.
 
Baca: Usut Peristiwa Paniai, Kejagung belum Mau Libatkan Penyidik Ad Hoc
 
Kejagung memulai proses penyidikan Peristiwa Paniai pada 3 Desember 2021 melalui Surat Perintah Penyidikan Jaksa Agung Nomor: Prin-79/A/JA/12/2021 dan Nomor: Prin-19/A/Fh.1/03/2022 tertanggal 4 Februari 2022.
 
Peristiwa Paniai adalah satu dari 13 kasus pelanggaran HAM berat yang telah diselidiki oleh Komnas HAM. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sempat menyebut sembilan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi sebelum 2000 diselesaikan melalui Pengadilan HAM Ad Hoc atas usul DPR.
 
Adapun tiga kasus selain Paniai yang terjadi setelah dibentuknya UU Pengadilan HAM disebut Mahfud masih terus dipelajari. Ketiganya adalah Peristiwa Wasior (2001), Peristiwa Wamena (2003), dan Peristiwa Jambo Keupok (2003).
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif