Mendagri Segera Angkat Saman Plt Bupati Banyuasin

Patricia Vicka 07 September 2016 14:44 WIB
ott kpk
Mendagri Segera Angkat Saman Plt Bupati Banyuasin
Mendagri Tjahjo Kumolo saat berdiskusi dalam Smart City Symposium di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (7/9/2016). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)
medcom.id, Yogyakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan segera menetapkan Wakil Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Saman Asra Supriono sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Banyuasin.

Pasalnya, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian terindikasi kuat korupsi lantaran terjaring dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca: Bupati Banyuasin Ditangkap Usai Pengajian


Pengangkatan, kata Tjahjo, akan dilakukan usai mendapatkan surat pernyataan soal status hukum Yan Anton dari KPK. Usai surat di tangan, Yan Anton akan segera dinonaktifkan.

“Kami mau lihat beliau kena masalah apa, alat buktinya apa, dan kasusnya apa. Ini dijadikan dasar hukum untuk mengangkat wakil bupati sebagai Plt,” ujar Tjahjo usai menghadiri Smart City Symposium di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (7/9/2016).


Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian berjalan usai diperiksa KPK, Jakarta, Senin (5/9). Yan Anton Ferdian terjerat kasus suap senilai Rp1 miliar dari CV. PP yang ia gunakan untuk naik haji bersama istrinya. (Ant/Rosa Panggabean)

Menurutnya, penonaktifan dan pengangkatan Plt bupati dalam kasus Banyuasin, tak perlu menunggu keputusan hukum tetap. Sebab, dalam operasi tangkap tangan (OTT) sudah memiliki bukti kuat adanya tindakan korupsi pada tersangka.

Berbeda pada kasus pejabat yang terkena jerat hukum bukan dari OTT. Penonaktifan kepala daerah harus menunggu dakwaan dan keputusan hukum yang tetap dari pengadilan atau MA.

Baca: KPK Telusuri Aliran Uang Bupati Banyuasin ke Alex Noerdin

“Kalau ada kasus hukum, menunggu sampai inkrah. Tapi ini OTT narkoba atau korupsi, pasti sudah cukup alat bukti kuat,” pungkasnya.



Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ditangkap usai menggelar pengajian keberangkatan ibadah haji. Yan ditangkap di rumahnya, Jalan Lingkar No 1, Banyuasin, sekitar pukul 13.30 WIB.

Yan ditangkap setelah KPK menciduk Kirman. Kirman merupakan orang kepercayaan Yan yang bertugas menghubungi pengusaha dan pengepul dana.

Lembaga antirasuah itu menyita bukti setoran biaya haji sebesar Rp531 juta. Wakil Ketua KPK Basariah menuturkan, Yan mendapatkan uang dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharami.



(SAN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id