Sekjen PSI Raja Juli Antoni. MI/Ramdani.
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. MI/Ramdani.

PSI Dukung Polri Usut Dalang Kerusuhan 22 Mei

Nasional kerusuhan Demo Massa Penolak Pemilu
Theofilus Ifan Sucipto • 28 Mei 2019 15:13
Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung upaya kepolisian mengusut tuntas dalang kerusuhan 22 Mei 2019. Terkuaknya dalang kerusuhan dinilai menjadi modal penting mempertahankan demokrasi Indonesia.
 
"PSI mendesak agar semua pihak termasuk dalang di balik kerusuhan ditangkap, diadili, dan dihukum seberat-beratnya," kata Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Baca: Identitas Aktor Intelektual Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Dikantongi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut ada pihak yang berusaha merusak tatanan demokrasi Indonesia. Upaya itu, kata Juli, dilakukan para politisi yang tidak bisa menerima kekalahan.
 
"Mereka juga berupaya mendelegitimasi institusi demokrasi seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," imbuhnya.
 
Penyebaran fitnah dan menyulut kerusuhan dinilai sebagai rangkaian upaya menggagalkan hasil pemilu yang sah. Antoni menyebut tindakan ini sangat berbahaya dan mengancam demokrasi.
 
Padahal, Pemilu 2019 berlangsung aman dan demokratis. Hal ini terbukti dari banyaknya pengakuan pemimpin dunia yang mengucapkan selamat atas pelaksanaan Pemilu 2019.
 
PSI berjanji terus mengawal dan memastikan demokrasi terus berjalan di Indonesia. Pasalnya, demokrasi Indonesia telah dibangun dengan susah payah.
 
Polri berjanji akan menuntaskan investigasi kematian sejumlah massa kerusuhan 22 Mei 2019. Polri bahkan melibatkan lembaga independen untuk mengungkap penyebab kematian.
 
"Jadi delapan korban yang diduga terkena tembakan, saat ini tim sedang bekerja yang dipimpin Irwasum Polri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
 
Semua pihak diminta tidak buru-buru membuat kesimpulan terkait peristiwa tersebut. Sebab, saat kejadian banyak penumpang gelap yang menunggangi aksi massa yang berujung pada kerusuhan itu.
 
Baca: Satu Eksekutor Kerusuhan 22 Mei Masih Buron
 
Menurut Iqbal, Korps Bhayangkara akan melakukan investigasi dengan mengedepankan pendekatan ilmiah. Polri juga akan turut meminta keterangan para saksi.
 
"Kami gandeng lembaga independen, seperti Komnas HAM dan lainya," ujar Iqbal.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif