Terdakwa kasus perusakan barang bukti pengaturan skor - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Terdakwa kasus perusakan barang bukti pengaturan skor - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Staf Jokdri Minta Office Boy Tutup Mulut Dititipkan Dokumen

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Ilham Pratama Putra • 18 Juni 2019 20:47
Jakarta: Petugas Administrasi Timnas PSSI, Herwindyo, menitipkan dokumen dalam ransel dari kantor mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) pada seorang office boy, Abdul Gofur. Herwindyo meminta Abdul menutup mulut. 
 
"Pesannya 'ini simpan di rumah jangan sampai kena air'. Saya simpan di dalam lemari karena itu suruh simpan jangan sampai kena air, kena hujan. 'Sudah pokoknya kamu simpan, kamu diam saja'," beber Abdul Gofur menirukan Herwindyo saat bersaksi buat terdakwa Jokdri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Dokumen yang dititipkan Herwindyo itu merupakan titipan sopir Jokdri, yang juga menjadi terdakwa, Muhamad Mardani Morgot alias Dani. Dokumen itu sengaja dititipkan ke Herwindyo agar mudah diambil ketika dibutuhkan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Herwindyo mengaku sengaja menitipkan pada Abdul Ghofur karena rumah office boy itu dekat dengan rumah Jokdri di Cibubur. Saat ini dokumen itu sudah disita polisi pada Jumat, 1 Februari 2019 dini hari. 
 
Sebelumnya, Dani diduga menerobos kantor Jokdri di Rasuna Office Park, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Januari 2019 untuk mengambil dokumen. Penerobosan setelah polisi menyegel kantor. 
 
(Baca juga: Anak Buah Jokdri Seret Staf Keuangan Persija)
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019. Atas status tersangka itu, polisi melakukan pencekalan.
 
Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif