Suasana persidangan perkara perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,
Suasana persidangan perkara perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,

Anak Buah Jokdri Seret Staf Keuangan Persija

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Ilham Pratama Putra • 29 Mei 2019 03:40
Jakarta: Anak buah dari  Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), Muhammad tri mursalim atau salim mengaku dirinya turut dalam penghancuran barang bukti terkait pengaturan skor. Namun bukan Jokdri lah yang memerintahnya.
 
"Subekti staf keungan (Persija). Subekti yang minta hancurkan," kata Salim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019.
 
Dia menyebut dirinya tak mengetahui isi kertas itu. Dia hanya menjalankan perintah. Namun aksinya tak berjalan mulus. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi enggak langsung dibuang karena mesin kertas itu harus nunggu. Pas selesai, sampah sudah dibuang, tapi saya lupa bersihin yang tersisa, karena lupa dan mati lampu," sambung Salim.
 
Akhirnya sisa kertas dari mesin penghancur itu menjadi barang bukti bagi penyidik satgas mafia bola. Mesin itu ditemukan penyidik, saat menggeledah seisi ruangan kantor Rasuna Office Park (ROP) pada tanggal 1 Februari 2019 lalu.
 
Dia menyebut mesin itu berada di pantry kantor ROP yang merupakan kantor PT. Liga. Diduga mesin itu dipakai oleh anak buah Joko Driyono untuk menghancurkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pengaturan skor.
 
Penyidik pun mencoba mengecek kamera pengawas. Ternyata kondisi kamera pengintai yang menyorot ruangan tersebut. 
 
Diketahui, proses penyidikan bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/6990xll/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018 atas nama pelapor Sdri. Lasmi ndaryani.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019. Atas status tersangka itu, polisi melakukan pencekalan.
 
Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.
 
(BOW)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif