NEWSTICKER
Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

KPK Selisik Manajemen Proyek IPDN

Nasional kasus ipdn
Juven Martua Sitompul • 11 Desember 2019 06:11
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Salah satu yang ditelisik yakni proses lelang dan isi perjanjian kontrak dengan penggarap proyek.
 
Dua hal itu didalami penyidik melalui lima saksi yang dipanggil hari ini. Mereka yakni anggota Badan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), R Wulung Prakoso; tiga PNS Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Chairul Dwi Sapta, Dony Ambadi dan Tri Adji Bawono; serta PNS Pemkot Cirebon, Syahri Dewanto.
 
“Penyidik mendalami keterangan saksi terkait proses lelang proyek dan isi kontrak pengadaan pekerjaan pembangunan kampus IPDN,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menetapkan Dudy Jocom sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Sulawesi Utara. Dudy Jocom dijerat bersama dua tersangka lain yakni Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya, Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko.
 
Dalam kasus ini, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan adanya proyek IPDN. Selanjutnya, para pihak yanh dihubungi itu menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jakarta.
 
Dari pertemuan itu, disepakati adanya pembagian proyek. Proyek IPDN di Sulawesi Selatan digarap PT Waskita Karya sementara PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara. Dudy Jocom Cs diduga meminta fee 7% dari setiap proyek tersebut.
 
Negara disinyalir mengalami kerugian sekitar Rp21 miliar akibat kasus ini. Nilai kerugian itu berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek tersebut, untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan negara merugi Rp11,18 Miliar, dan Rp9,378 miliar untuk proyek kampus IPDN di Sulawesi Utara.
 
Dudy Jocom, Adi Wibowo dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif