Mantan Auditor BPK Dituntut 9 Tahun Penjara

Damar Iradat 14 Mei 2018 16:41 WIB
suap di bpk
Mantan Auditor BPK Dituntut 9 Tahun Penjara
Auditor Madya Sub Auditoriat VII BPK Sigit Yugoharto. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Mantan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto dituntut hukuman 9 tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda sebanyak Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.
 
Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menilai, Sigit telah terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap berupa motor Harley Davidson senilai Rp115 juta dari GM PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi.
 
"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Sigit Yugoharto secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa Ali Fikri saat membacakan surat tuntutan untuk Sigit di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 14 Mei 2018.
 
Dalam menyusun surat tuntutan, jaksa mempertimbangkan berbagai hal. Hal yang memberatkan yakni, perbuatan Sigit dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan menyalahgunakan wewenang.
 
Selain itu, perbuatan Sigit dinilai telah menciderai kepercayaan masyarakat terhadap auditor BPK.

Baca: Auditor BPK Mengakui Terima THR dari Sigit

Sementara itu, hal yang meringankan, Sigit belum pernah dihukum. Jaksa juga mempertimbangkan sikap sopan selama persidangan.
 
Sigit sebelumnya didakwa menerima suap berupa Motor Harley Davidson senilai Rp115 juta dan fasilitas hiburan malam sebanyak dua kali. Pertama dilakukan Janudin dari PT Giendra Putra yang membayar biaya hiburan di Havana Spa & karaoke, Bandung, Rp41.721.200. Hiburan malam kedua dibayar Setia Budi dan Sucandra selaku Deputi GM Maintenance dan Service Management PT Jasa Marga Cabang CTC.
 
Sigit didakwa melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id