Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Sekretaris DPRD Tulungagung Diperiksa KPK

Nasional Suap di Tulungagung
Candra Yuri Nuralam • 12 Februari 2020 11:51
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris DPRD (Sekwan) Tulungagung, Jawa Timur, Budi Fatahillah Mansyur. Dia dikorek terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2018.
 
"Dipanggil sebagai saksi untuk untuk tersangka SPR (Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Menurut dia, Budi dipanggil untuk mengkonfirmasi sejumlah temuan penyidik dalam kasus ini. Lembaga Antirasuah ingin mencecar soal hubungan Budi dan Supriyono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menetapkan Supriyono sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Supriyono diduga menerima Rp4,8 miliar ‎selama 2015-2018 dari Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan APBD-P Kabupaten Tulungagung.
 
Sekretaris DPRD Tulungagung Diperiksa KPK
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
Supriyono diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Syahri telah divonis 10 tahun penjara. Dia terbukti menerima suap dari sejumlah pengusaha. Suap itu untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan dana alokasi khusus (DAK), dan bantuan keuangan provinsi Rp750 juta sejak 2014-2018.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif