Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez

KPK Masih Buru Penyuap Nurhadi

Nasional mahkamah agung Suap di MA
Cahya Mulyana • 20 September 2020 05:23
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mencari keberadaan penyuap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Hiendra Soenjoto. Lembaga Antirasuah sudah bekerja sama dengan Bareskrim Polri, serta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk menangkap Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) itu.
 
"Hingga saat ini KPK masih terus mencari keberadaan yang bersangkutan, tim terus melakukan pengejaran," tegas pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri kepada Media Indonesia, Sabtu, 19 September 2020.
 
KPK mendalami setiap informasi dan petunjuk yang diterima dalam mengejar Hiendra. Namun, Hiendra belum bisa ditangkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KPK juga mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan agar dapat melapor aparat hukum terdekat. Peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi sangat berarti," ujar dia.
 
Baca: Peran Nurhadi dan Menantu Terkait Pengurusan Perkara di MA Terus Didalami
 
Hiendra merupakan salah satu tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016. Dia memberi suap kepada Nurhadi lewat Rezky Herbiyono, menantu Nurhadi. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Hiendra sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Februari 2020.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Hiendra dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif