Gedung Merah Putih KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Gedung Merah Putih KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

KPK Akan Beri Wejangan Antikorupsi ke PSI

Fachri Audhia Hafiez • 18 Agustus 2022 09:03
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberikan wejangan antirasuah kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kegiatan akan berlangsung secara daring dan luring terbatas di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta.
 
"Kegiatan tersebut juga akan dihadiri secara langsung oleh sekitar 69 kader partai. Selebihnya para pengurus DPD/DPW, dan DPC akan mengikuti kegiatan pembekalan secara daring," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang pencegahan KPK Ipi Maryati melalui keterangan tertulis, Kamis, 18 Agustus 2022.
 
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata diagendakan membuka kegiatan tersebut. Lalu, kader PSI yang hadir yaitu Sekjen PSI Dea Tunggaesti, Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka, Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari, dan Wakil Bendahara PSI Lila Zuhara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ipi menuturkan para peserta akan menerima pembekalan sejumlah materi. Yakni, tentang penguatan integritas, sistem integritas partai politik (SIPP), dan pembahasan pembelajaran mandiri antikorupsi yang disampaikan oleh  pejabat di Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.
 

Baca juga: Partai NasDem Ikuti Pendidikan Antikorupsi di KPK


"Melalui kegiatan ini KPK mendorong penguatan integritas partai politik sebagai institusi politik yang memiliki peran penting dalam menghasilkan para pemimpin dan pejabat publik baik di pusat maupun daerah," ujar Ipi.
 
Pembekalan antikorupsi ini merupakan rangkaian kegiatan program Politik Cerdas Beritegritas (PCB) Terpadu 2022. PSI merupakan partai ke-14 setelah sebelumnya KPK memberikan pembekalan yang sama kepada jajaran pimpinan dan pengurus dari 13 partai politik (parpol).
 
Sebanyak 13 parpol yang telah menerima wejangan antikorupsi dari KPK yakni, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan PDIP. Lalu, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Nasdem.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif