Kuasa hukum mewakili Eggi Sudjana datang ke Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kuasa hukum mewakili Eggi Sudjana datang ke Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Rayakan Ulang Tahun, Eggi Sudjana Tak Hadiri Panggilan Penyidik

Nasional polri kasus makar pilpres 2019
Siti Yona Hukmana • 03 Desember 2020 12:26
Jakarta: Tersangka kasus makar Eggi Sudjana tak memenuhi panggilan penyidik kepolisian. Dia mengutus sejumlah kuasa hukum untuk menggantikannya hadir di Polda Metro Jaya.
 
"Bang Eggi kebetulan hari ini tidak bisa hadir setelah kita konfirmasi. Hari ini beliau berulang tahun, jadi ada kegiatan dengan pihak keluarga sampai malam," kata Kuasa Hukum Eggi, Hisbullah Assidiqi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Hisbullah mengaku akan menemui penyidik bersama kuasa hukum lainnya. Dia akan mengklarifikasi tujuan pemanggilan Eggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hisbullah memandang pemanggilan ini aneh. Sebab, polisi melayangkan panggilan pertama untuk tersangka makar Eggi Sudjana. Padahal, kata dia, Eggi telah diperiksa beberapa kali sebagai saksi maupun tersangka.
 
"Mengulang jadi istilahnya. Ini satu kejanggalan atau anomali hukum juga yang patut kita pertanyakan dan hendak kita minta klarifikasi hari ini," ujar Hisbullah yang juga merupakan putra Eggi Sudjana.
 
Dia juga akan mempertanyakan soal pelayangan surat panggilan. Sebab, surat panggilan diterima pukul 01.30 WIB, Selasa, 2 Desember 2020.
 
"Sudah dini hari, lalu hanya dititipkan di security. Bagaimana ini prosesnya kok seperti ini loh," ucap Hisbullah.
 
Sebelumnya, beredar surat pemanggilan terhadap Eggi Sudjana sebagai tersangka makar. Surat panggilan bernomor S.Pgl/1802/XII/2020/Ditreskrimum itu ditandatangani oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
 
Baca: Kapolda Metro Ingin Tuntaskan Kasus Eggi Sudjana
 
Kasus makar Eggi bergulir sejak 17 April 2019. Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut dan menemukan alat bukti untuk menjerat Eggi.
 
Polisi menahan Eggi di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Metro Jaya sejak 14 Mei 2019. Eggi diduga melakukan tindak kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.
 
Dia dianggap menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap. Eggi mengucapkan akan mengerahkan massa atau people power jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 curang. Dia menyampaikan itu di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana
 
Kemudian, penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Eggi pada 24 Juni 2020. Eggi telah menjadi tahanan kota sejak saat itu.
 
Polisi telah melimpahkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan. Namun, kasus Eggi tidak ada perkembangan, baik dari kepolisian, maupun Kejaksaan.  Terakhir, Eggi meminta kasusnya dihentikan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif