Sekda Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen (berbaju putih) memenuhi panggilan polisi. (Foto: Medcom.id/Yona Hukmana)
Sekda Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen (berbaju putih) memenuhi panggilan polisi. (Foto: Medcom.id/Yona Hukmana)

Sekda Papua Terancam Lima Tahun Penjara

Nasional kpk penganiayaan
Kautsar Widya Prabowo • 19 Februari 2019 13:31
Jakarta: Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Papua Titus Emanueal Adopehan Hery Dosinaen terancam kurungan maksimal lima tahun. Hal tersebut merujuk pada Kitab Undang - Undang Hukum Pidana (KUHP), pada pasal 351 tentang penganiyaan.
 
Hery dikenakan pasal tersebut pascaterlibat dalam kasus penganiyaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Gilang Wicaksono. Hery pun mengakui perbuatannya tersebut.
 
"Dikenakan Pasal 351. Dua alat bukti termasuk keterangan saksi dan ahli merujuk ke sana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa, 19 Febuari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, penerapan hukuman kepada Hery juga berdasarkan gelar perkara. Pemeriksaan saksi dan ahli pun menguatkan dugaan Hery melakukan penganiayaan.
 
"Dari penyidik sudah melakukan gelar perkara untuk menentukan status Sekda Papua," tambahnya.
 
Baca juga:Sekda Papua Tak Ditahan
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Pemeriksaan berlangsung 10 jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 22.55 WIB.
 
Hery mengaku diperiksa sebagai tersangka penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) Muhammad Gilang Wicaksono. Dia mengakui perbuatannya dan meminta maaf ke KPK.
 
"Secara pribadi maupun kedinasan dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua, atas emosional sesaat, reflek yang terjadi mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur, memohon maaf ke Pimpinan KPK dan segenap jajaran KPK atas kekhilafan ini," ujar Hery di Polda Metro Jaya, Senin, 18 Februari 2019.
 
Baca juga:Sekda Papua Akui Menganiaya Pegawai KPK
 
Gilang Wicaksono dianiaya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019, malam, saat acara rapat Raperda APBD Pemprov Papua Tahun 2019. Penganiayaan terjadi saat Gilang sedang bertugas atas informasi masyarakat perihal indikasi korupsi.
 
Gilang kedapatan memotret acara itu dan memotret Gubernur Papua Lukas Enembe. Sehingga, Gilang dipukul dengan tangan kosong yang mengakibatkan luka-luka.
 
Penetapan tersangka terhadap Hery dilakukan polisi setelah mengantongi dua alat bukti yang kuat. Itu berupa bukti transaksi, keterangan saksi dan sakso ahli. Hery dijerat Pasal 351 KUHP Tentang Penganiayaan.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif