Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Sita Dua Ruko di Manado Terkait Suap Proyek Air

Nasional suap proyek di kemenpu-pera OTT di Kementerian PUPR
Juven Martua Sitompul • 22 April 2019 18:34
Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua unit ruko di Manado, Sulawesi Utara. Penyitaan berkaitan dengan proses penyidikan kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), milik Kementerian PUPR.
 
"Dalam proses penyidikan ini, KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap dua unit Ruko di Manado," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 April 2019.
 
Diduga dua ruko itu milik Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare. "Diduga dibeli dari suap terkait proyek sistem penyediaan air minum," ujar Febri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menajamkan bukti-bukti adanya praktik rasuah dalam proyek itu, penyidik terus melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para saksi. Hari ini, tiga saksi dari pihak swasta, PNS dan satu orang anggota BPK diperiksa untuk tersangka Anggiat.
 
"Penyidik hari ini mengonfirmasi keterangan saksi terkait pelaksanaan pekerjaan dan aliran dana, sedangkan terhadap saksi dari BPK, penyidik mendalami informasi tentang proses dan hasil audit yang pernah dilakukan BPK untuk proyek SPAM," pungkas dia.
 
(Baca juga:KPK Sita Duit Suap dari 75 Pejabat PUPR)
 
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE), Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.
 
Kemudian sebagai pihak penerima, Anggiat; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAMDarurat, Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.
 
Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara dua proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif