Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor/Medcom.id/Candra
Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor/Medcom.id/Candra

Azis Syamsuddin Mengaku Khilaf Pinjamkan Uang ke Robin Pattuju

Candra Yuri Nuralam • 17 Januari 2022 15:16
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengaku khilaf meminjamkan uang ke eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju. Azis menyebut pinjaman itu untuk membantu keluarga Robin.
 
"Saya secara manusia mungkin saya khilaf, saya mohon maaf dalam kesempatan ini karena saya khilaf," kata Azis dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 17 Januari 2022.
 
Azis meminjamkan Rp210 juta yang diberikan bertahap ke Robin. Dia mengeklaim pinjaman itu tanpa maksud tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Azis mengaku awalnya sempat khawatir meminjamkan uang ke Robin. Namun, kekhawatirannya diabaikan karena Robin memelas kepadanya saat meminjam uang.
 
Baca: Azis Syamsuddin Dicecar Soal Limit Transfer Bank
 
"Jujur saya enggak mau kirim, tapi karena rasa kemanusiaan daya dan kasihan dan dia sakit covid-19, dan pada saat itu posisi saya saat itu sangat load (sibuk) Pak,"  tutur Azis.
 
Azis juga menyebut Robin beberapa kali mendatanginya untuk meminjam uang. Saat itu, Azis sedang banyak mengurusi beberapa rancangan undang-undang (RUU). Sehingga, dia memilih meminjamkan Robin.
 
"Sama saja waktu saya bantu seluruh masyarakat enggak harap masyarakat itu akan bantu saya di kemudian hari. Tapi saya yakin Allah akan menunjukkan jalan suatu saat ada orang yang membantu saya," tutur Azis.
 
Dia didakwa menyuap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.
 
KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif