Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

5 Fakta Kasus OTT Wali Kota Bekasi, Diduga Lelang Jabatan Hingga Menyeret Belasan Orang

Cindy • 06 Januari 2022 17:16
Jakarta: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu siang, 5 Desember 2022. Rahmat Effendi kemudian tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.51 WIB, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 
 
Rahmat tiba menggunakan baju hijau dengan rompi berwarna biru. Dia bungkam saat digiring masuk ke dalam gedung KPK. 
 
Berikut 5 fakta kasus OTT Wali Kota Bekasi dirangkum tim Medcom.id:

1. Ditangkap karena lelang jabatan

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri mengungkapkan Wali Kota Bekasi ditangkap karena diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan lelang jabatan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah, pengadaan barang dan jasa, serta lelang jabatan dilingkungan Pemkot Bekasi," kata Ali. 

2. Ditangkap bersama 11 orang lain

Rahmat Effendi tidak sendirian terjaring OTT KPK. Dia ditangkap bersama 11 orang lainnya.
 
"Dalam kegiatan tangkap tangan ini KPK mengamankan beberapa pihak, sejauh ini ada sekitar 12 orang," ungkap Ali. 
 
Ali belum bisa mengungkap identitas ke-11 orang tersebut. Dia hanya menyebut mereka terdiri dari beberapa aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintahan Kota Bekasi dan beberapa pihak swasta. 
 
Baca: Wakil Wali Kota Bekasi Sedih dan Prihatin Walkot Terjaring OTT KPK

3. KPK sita sejumlah uang

KPK menyita sejumlah uang dari OTT di Bekasi, Jawa Barat. Namun, lembaga antirasuah itu tidak merinci berapa jumlah uang yang diamankan. 
 
"Beberapa pihak kami amankan bersama sejumlah uang," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. 

4. Satu orang ikut ditangkap

KPK kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus suap Wali Kota Bekasi itu. Total ada 13 orang yang ditangkap KPK dalam operasi senyap. 
 
"Tadi siang, 6 Januari 2022, satu orang lagi diamankan," ungkap Ali Fikri. 
 
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan satu pihak itu langsung diinterogasi penyelidik. Lembaga Antikorupsi tidak memberikan keringanan meski ditangkap belakangan.

5. Nasib Wali Kota Bekasi ditentukan hari ini

Status hukum Rahmat Effendi ditentukan hari ini, 6 Januari 2022. KPK butuh waktu 1x24 jam untuk menyelesaikan pengumpulan keterangan dan alat bukti. 
 
"Hingga kini, pihak yang diamankan masih terus dilakukan permintaan klarifikasi dan  keterangan oleh tim KPK," kata Firli.
 
Baca: Sahroni: KPK Jawab Keraguan dengan OTT Walkot Bekasi
 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif