ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Komnas HAM Jelaskan Alasan Penembakan Laskar FPI Disebut Unlawful Killing

Aria Triyudha • 01 Desember 2021 08:08
Jakarta: Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Endang Sri Melani, mengungkapkan sebab penembakan empat laskar eks Front Pembela Islam (FPI) masuk kategori unlawful killing atau pembunuhan di luar hukum. Alasannya, penembakan terjadi tanpa ada prosedur.
 
"Temuan kami, pertama korban meninggal dunia. Kedua, korban berada dalam penguasaan resmi dari aparat negara. Ketiga, tidak ada upaya meminimalisasi," kata Endang saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara unlawful killing empat laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa, 30 November 2021.
 
Endang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam kasus dengan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella. Lebih lanjut, sejumlah polisi yang memindahkan empat Laskar FPI ke dalam mobil tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Polisi juga mengancam jiwa karena posisi petugas dan korban tidak seimbang," terang Endang.
 
Selain itu, polisi yang bersama Laskar FPI tersebut tidak merespons eskalasi situasi secara tepat. Menurut Endang, dalam proses eskalasi terdapat perubahan situasi, tetapi hal ini tidak diantisipasi. Sebagai contoh, meminta bantuan atau peralatan dari kepolisian setempat.
 
"Hal itu memunculkan pertanyaan tersendiri, mengapa tidak ada upaya lain guna meminimalisasi?" ujar Endang.
 
Ia memaparkan Komnas HAM kemudian mengkategorikan penembakan yang berujung tewasnya empat laskar FPI itu sebagai pelanggaran HAM. Hal ini tidak terlepas dari keterangan saksi dan bukti. Pasalnya, terdapat saksi melihat keempat laskar FPI masih dalam keadaan hidup saat dimasukkan ke dalam mobil oleh polisi.
 
Baca: Terjerat Kasus Terorisme, Eks Sekretaris FPI Munarman Jalani Sidang Perdana
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif