Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.

Ketua Asosiasi Petani Diperiksa soal Suap Distribusi Gula

Nasional kasus suap gula
Fachri Audhia Hafiez • 25 November 2019 13:32
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR). Mereka dipanggil terkait kasus dugaan suap distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.
 
"Ketua APTR X H Mubin dan Ketua APTR XI H Edi diperiksa untuk tersangka IKL (Direktur Pemasaran PT PTPN III I Kadek Kertha Laksana)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
KPK telah memeriksa Direktur Utama PT PTPN X Dwi Satrio Annurogo pada Rabu, 13 November 2019. Namun, Dwi tidak menjelaskan materi yang ditanyakan penyidik. Termasuk kegiatan di PTPN X terkait kuota dalam pendistribusian gula sesuai aturan yang berlaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kadek Kertha ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan dan pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi dalam kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun 2019. Dolly dan Kadek Kertha sebagai penerima suap, sedangkan Pieko pemberi suap.
 
Dolly melalui Kadek Kertha diduga menerima suap sebesar 345 ribu dolar Singapura dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III yang digarap Pieko.
 
Dolly dan Kadek Kertha selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Pieko selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif