Sidang pejabat PUPR - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Sidang pejabat PUPR - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Pejabat PUPR Terima Rp711,6 Juta Terkait Proyek Bencana Donggala

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Mei 2019 16:18
Jakarta: Pejabat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Teuku Mochamad Nazar disebut menerima uang Rp711,6 juta. Uang diberikan terkait proyek penanganan gempa Donggala, Sulawesi Tengah pada 2018.
 
Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Adi Dharma mengaku uang dia serahkan melalui Staf Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat Ditjen Cipta Karya, Dwi Wardhana. "Saya berikan tunai Rp711,605 juta melalui Pak Dwi," kata Adi saat bersaksi untuk terdakwa Nazar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Adi mengungkapkan pemberian uang itu atas perintah atasannya. Uang diberikan sebagai tanda terima kasih pada Nazar. Pasalnya, perusahaan Adi berhasil menjadi kontraktor pelaksana proyek pengadaan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Sulawesi Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam prosesnya, Nazar beperan menunjuk langsung PT TSP sebagai pelaksana penanggulangan bencana. Pasalnya, Nazar mengenal baik Direktur Utama PT TSP Irene Irma dan Koordinator Pelaksana Proyek PT TSP Yuliana Enganita.
 
Proyek senilai Rp16,4 miliar itu adalah pekerjaan penanganan tanggap darurat pascagempa di Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 Oktober 2018. Proyek melayani kebutuhan air untuk masyarakat setempat.
 
(Baca juga:Eks Pejabat PUPR Terima Gratifikasi Dalam 15 Mata Uang Asing)
 
Terkait kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka yakni Kasatker SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.
 
Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara 2 proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima 170 juta.
 
Empat orang penyuap Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma; Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo telah dituntut di Pengadilan Tipikor. Mereka dituntut hukuman penjara empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif