KPK Perkuat Bukti Pencucian Uang Novanto
Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto (kiri) menjalani sidang putusan di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/4). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertajam bukti-bukti yang telah dikantongi penyidik untuk menjerat terdakwa korupsi KTP-el Setya Novanto dalam pasal pencucian uang. Jika bukti dinilai sudah maksimal, lembaga Antikorupsi segera menjerat mantan Ketua DPR RI tersebut.

"Saat ini KPK juga mendalami baik peran pihak lain atau pun dugaan tindak pidana selain korupsi seperti pencucian uang dan yang lainnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Baca juga: KPK Diminta Jerat Novanto dengan Pasal Pencucian Uang


Menurut Febri, pihaknya akan lebih berhati-hati untuk kembali menjerat Novanto sebagai pesakitan. Sebab, dengan bukti yang kuat pihaknya akan lebih mudah memproses mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

"Tentu kami harus memastikan itu dilakukan dengan hati-hati dan itu juga cukup kuat untuk proses lebih lanjut," ujarnya.

"Pengembangan tentu tidak bisa ditutup ya sepanjang memang bukti yang nanti kita temukan," kata Febri menambahkan.

Baca juga: KPK Pertajam Bukti Dugaan Pencucian Uang Novanto

Indikasi adanya penyamaran aliran uang korupsi KTP-el yang dilakukan Novanto sudah beberapa kali diungkap dalam persidangan. Mantan Ketua DPR RI ini disebut menyamarkan 'jatahnya' melalui keponakannya Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Novanto sebelumnya divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga dihukum membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI ini dituntut membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id