Senjata api ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
Senjata api ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

24 Senjata Api Ilegal Disita

Nasional senjata ilegal
Siti Yona Hukmana • 18 Maret 2020 14:34
Jakarta: Polisi mengungkap kasus kepemilikan, penyimpanan, dan pendistribusian senjata api ilegal. Sebanyak 24 pistol tanpa izin disita.
 
"Ini barang bukti 24 senjata api ilegal kita sita dari pengungkapan kasus kriminal," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Nana mengatakan 20 senjata api di antaranya disita dari kasus perselisihan jual beli mobil di Jakarta Barat pada Rabu, 29 Januari 2020. Beceng itu didapat dari enam tersangka berinisial JR, AK, GTB, WK, MH dan AST.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, empat pistol ilegal disita dari tersangka WA alias AG. Ia merupakan pencuri toko emas di Pasar Pecah Kulit, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Rincian senjata api yang disita, yakni jenis Zoraki MOD 9mm warna hitam; Carl Whalter caliber 22 Lr warna silver; MP-654 K caliber 4.5 mm peluru karet; dan CZ 83 caliber 7.65 peluru karet.
 
Lalu, senjata api laras panjang Remington model 700; Mauser; pistol Smith & Wesson 9 mm warna hitam; pistol CZ-83 caliber 9 mm warna hitam; CZ-065022 caliber 32 auto warna putih, airsoft gun jenis Colt, empat senjata gas caliber 4.5 mm.
 
Selain itu, senjata api NAA caliber 2,2 mm; Glock caliber 9 mm; CZ 75 caliber 9 mm; Remington; Pindad; Cis; M4; dan airsoft gun model KM-66. "Sebanyak 12 ribu peluru juga kita sita," ujar Nana.
 
Baca: Tiga Pucuk Senjata KKB Papua Hasil Rampasan
 
Nana mengimbau masyarakat untuk tidak membeli senjata api tanpa dokumen. Masyarakat juga diminta tidak memiliki senjata untuk keperluan arogansi semata.
 
"Apabila memang masyarakat melakukan upaya arogansi sampai melakukan penganiayaan dan pengeroyokan, saya minta segera laporkan ke kepolisian terdekat," tegas Nana.
 
Nana mengatakan penyidik terus mendalami soal senjata api ilegal ini. Produsen dari senjata api ilegal itu diburu.
 
"Sampai saat ini kita terus dalami untuk mengungkap lebih jauh terkait perkembangan kepemilikan atau peredaran senpi ilegal yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya," ucap Nana.
 
Ketujuh tersangka yang memiliki senjata api ilegal ini telah ditahan. Mereka disangka melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 172 ayat 2 KUHP. Pelaku juga dijerat Pasal 368 KUHP, Pasal 33 ayat 2 KUHP, dan Pasal 335 KUHP. Ancaman hukumannya, 20 tahun penjara.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif