Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa

NasDem Dorong Polri-Kejagung Tuntaskan Kasus Kondensat

Nasional kasus tppi
Cahya Mulyana • 20 Februari 2020 07:59
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mendorong Mabes Polri dan Kejaksaan Agung berkoordinasi menuntaskan kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang hingga kini belum tuntas. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp35 triliun.
 
"Kasus ini telah merugikan negara dengan nilai yang sangat fantastis. Kita dorong agar Polri dan Kejaksaan Agung berkoordinasi menuntaskan proses hukum kasus ini tuntas setuntas-tuntasnya," kata Sahroni di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Penyelesaian kasus kondensat menjadi pertaruhan citra kepolisian dan kejaksaan. Sahroni menerangkan penuntasan kasus inimenjawab pertanyaan besar di masyarakat bahwa proses hukumnya masih berlangsung dan tidak ada tebang pilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita optimistis dengan koordinasi yang sinergis maka Polri dan kejaksaan akan mampu menuntaskan kasus besar ini, baik dari sisi dugaan korupsi maupun pencucian uangnya," tutur Sahroni.
 
NasDem Dorong Polri-Kejagung Tuntaskan Kasus Kondensat
Sidang mantan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) Raden Priyono dan eks Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BPMIGAS Djoko Harsono. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri KomjenSulistyo Sigit mengakui proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat tengah digarap. Polisimemburu Honggo Wendratno salah satu tersangka yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
"Tersangka Honggo Wendratno masih kita lacak keberadaannya. Kami sudah mengirimkan surat panggilan baik ke kediamannya di Indonesia maupun di Singapura menerbitkan DPO, red notice, meminta Kemenkum dan HAM untuk mencabut paspornya," jelas Sigit.
 
Polri, kata Sigit, juga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait dengan tersangka atas nama RP (Raden Priyono) dan DH (Djoko Harsono) agar dilakukan P21 tahap kedua. Tersangka RP dan DH saat ini sudah ditahan di Rutan Kejagung.
 
"Untuk tersangka Honggo Wendratno (HW) akan dilakukan sidang in absentia," ujarnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif