Ilustrasi KPK. Media Indonesia.
Ilustrasi KPK. Media Indonesia.

KPK Ultimatum Samin Tan

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Candra Yuri Nuralam • 10 Maret 2020 07:58
Jakarta: Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (PT BORN), Samin Tan diminta kooperatif memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ultimatum ini disampaikan setelah Samin Tan mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM.
 
"Setelah kami tunggu hari ini tersangka SMT (Samin Tan) ini tidak hadir sore hari kemudian ada informasi bahwa yang bersangkutan masih sakit dan meminta untuk penundaan kembali penjadwalan ulang terhadap tersangka SMT ini," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 9 Maret 2020.
 
Ali mengatakan penyidik segera menjadwalkan ulang pemeriksaan Samin Tan. Jadwal Pemanggilan akan disampaikan setelah mendapat informasi resmi dari penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ini panggilan sudah kami layangkan dengan layak menurut hukum dan sudah diterima tentunya kami sampaikan agar tetap kooperatif memenuhi panggilan dari penyidik KPK," tegas Ali.
 
Baca: Hukuman Idrus Marham 'Disunat' Jadi 2 Tahun Penjara
 
Ali meminta Samin Tan agar tidak berbohong. Dia bahkan mengingatkan Samin Tan soal konsekuensi hukum jika mencoba merintangi penyidikan.
 
"KPK tentu ada kosekuensi hukumnya kita tahu perkara perkara terdahulu yang pernah diputus oleh pengadilan juga ketika perkara terdakwa SN (Setya Novanto) di sana ada keterangan sakit, juga ternyata setelah ditelusuri ternyata ada rekayasa dan kesengajaan untuk menghalangi penyidikan," tegas Ali.
 
Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Samin Tan diduga menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.
 
Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi PT BORN.
 
KPK Ultimatum Samin Tan
Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (PT BORN) Samin Tan. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
 
Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni selaku anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI bahkan menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.
 
Eni juga diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tenaga ahli Eni.
 
Pertama, pada 1 Juni 2018, sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.
 
Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif