SBY Merasa Difitnah Pengacara Novanto
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya. SBY menilai pernyataan Firman yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi KTP elektronik sebagai fitnah. 

"Saya sebagai warga negara yang menaati hukum tapi juga ingin mencari keadilan, secara resmi mengadukan saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan permasalahan KTP-el," kata SBY di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Februari 2018. 

Kuasa hukum SBY, Ferdinand Hutahaean, menilai pernyataan Firman di luar persidangan soal kesaksian mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir telah menggiring opini. Padahal, kata dia, Mirwan tak berkata demikian di persidangan.


"Mirwan Amir tak pernah bilang tokoh besar, orang besar, dan intervensi. Tak ada itu di persidangan. Tetapi kemudian Firman Wijaya di media bilang ada tokoh besar, orang besar, dan mengaitkannya dengan pemenang Pemilu 2009. Kami menilai itu arahnya ke Pak SBY. Ini yang kita nilai pencemaran nama baik dan fitnah," tukas Ferdinand. 

Baca: SBY Laporkan Pengacara Novanto ke Bareskrim

Ferdinand mengatakan pihaknya telah menyerahkan bukti-bukti kepada Bareskrim Polri. Bukti itu berupa video rekaman wawancara Firman Wijaya dan berita-berita dari media online

Laporan SBY terhadap Firman Wijaya teregistrasi di nomor LP/187/II/2018/Bareskrim, tanggal 6 Februari 2018. SBY menilai Firman melanggar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP juncto Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 





(OGI)