Ilustrasi. (Medcom.id)
Ilustrasi. (Medcom.id)

5 WNI Pakai Kotak Amal Kirim Uang ke ISIS

Nasional Amerika Serikat terorisme Teroris isis BNPT
Siti Yona Hukmana • 12 Mei 2022 15:01
Jakarta: Sebanyak lima warga negara Indonesia (WNI) menjadi fasilitator keuangan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Amerika Serikat (AS). Mereka menggunakan kotak amal untuk mengirim uang ke ISIS.
 
"Ada yang memang dari pengumpulan kotak amal, melalui dana fa'i, melalui infak dari antara mereka atau iuran dari antara mereka," kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwakhid kepada Medcom.id, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Ahmad mengungkapkan tidak ada penjelasan konkret dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Amerika terkait sumber dana lima WNI itu. Namun, fakta sumber dana itu diketahui berdasarkan keterangan dua dari lima yang telah diproses hukum, yakni Ari Kardian dan Rudi Heryadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahmad menjelaskan ada lima sumber dana kelompok teroris di Indonesia. Pertama, pendanaan yang dilakukan melalui dana infak di antara kelompok mereka.
 
Baca: BNPT: 5 WNI Jadi Teroris dan Telah Disanksi Amerika Serikat
 
Kedua, dana dari penggalangan kotak amal yang melalui manipulasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Ketiga, melalui fa'i atau harta rampasan perang karena menganggap sebuah negara sebagai negara togut atau pihak lain dianggap kafir. Sebab ideologi mereka takfiri, sehingga menghalalkan harta orang-orang yang dianggap kafir.
 
"Nah, katakanlah dia (teroris) sebagai pengusaha otomatis dia pengusaha dengan cara tidak benar, dia sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah dia juga korupsi, menipu dan sebagainya. Bahkan ada yang merampok segala macam di beberapa tempat, menjarah bank dan sebagainya," tutur Ahmad.
 
Keempat, dari mafia-mafia hitam baik itu mafia bisnis ataupun mafia politik. Ahmad mengatakan kelompok teroris berkolaborasi secara simbiosis mutualisme dengan mafia hitam tersebut.
 
"Di satu sisi kelompok jaringan teroris ini memiliki kekuatan massa ataupun militansi, power, kekuatan massa. Di sisi lain mafia hitam tadi mensupport (mendukung) logistik ataupun dana, " kata jenderal polisi bintang satu itu.
 
Kelima, pendanaan dari internasional. Menurut Ahmad, dana internasional itu biasanya melalui jaringan lembaga pendidikan, lembaga kemanusiaan, ataupun lembaga-lembaga yang sejatinya adalah untuk penyebarluasan ideologi transnasional.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif