Direktur Pencegahan BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid. Branda Antara
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid. Branda Antara

BNPT: 5 WNI Jadi Teroris dan Telah Disanksi Amerika Serikat

Nasional Amerika Serikat terorisme Teroris isis BNPT
Antara • 11 Mei 2022 21:41
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut lima warga negara Indonesia (WNI) menjadi teroris asing. Kelima WNI itu telah menerima sanksi dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas perannya sebagai fasilitator keuangan ISIS.
 
"Pemerintah AS sebelumnya telah mengomunikasikan pencantuman ini ke pemerintah Indonesia," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Dia membeberkan identitas kelima WNI tersebut, yakni Dwi Dahlia Susanti, Rudi Heryadi, Ari Kardian, Muhammad Dandi Adhiguna, dan Dini Ramadhani. Mereka terafiliasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka ada yang masih dan sudah selesai menjalani masa tahanan," kata dia.
 
Pemerintah AS, kata dia, akan memasukkan nama-nama tersebut ke dalam daftar UN Sanctions List on ISIL and Al Qaeda. "Pencantuman nama ini tentunya sesuai dengan semangat yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme," kata Nurwakhid.
 
Pemerintah Indonesia secara tegas akan menindaklanjutinya sesuai dengan otoritas dan wewenang yang ada berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013. "BNPT terus berkoordinasi dengan lembaga terkait melalui Satgas Foreign Terorist Fighters (FTF)," ujar Nurwakhid.
 
Baca: Jaringan Pengumpul Dana ISIS Harus Diungkap
 
BNPT telah memiliki Satgas Penanggulangan FTF yang dipimpin Kepala BNPT Boy Rafli Amar sebagaimana keputusan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). BNPT mengetahui profil kelima WNI tersebut memang terlibat FTF ISIS.
 
Dia menjelaskan Dwi Dahlia Susanti asal Tasikmalaya terpantau masih berada di Turki. Sementara itu, Rudi Heryadi asal Sawangan, Depok, dideportasi dari Turki pada 27 September 2019.
 
Lalu, Ari Kardian asal Tasikmalaya ditangkap pada 2016 dan sudah selesai menjalani masa tahanan. Muhammad Dandi Adhiguna asal Cianjur, Jawa Barat, merupakan fasilitator pengiriman milisi ke Suriah, kemudian Dini Ramadhani asal Tegal diduga berada di Turki.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif