Ratna Sarumpaet--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ratna Sarumpaet--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Ratna Sarumpaet Ajukan Penangguhan Tahanan Pekan Depan

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Siti Yona Hukmana • 19 Maret 2019 12:31
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan berita bohong Ratna Sarumpaet akan mengajukan kembali penangguhan tahanan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Surat penangguhan tahanan itu bakal dilayangkan pekan depan.
 
"Minggu depan diajukan," kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Namun, dia tidak merincikan lebih detail pekan depan itu. Hanya saja, ia mengatakan ada tiga orang yang akan menjadi penjamin dirinya. "Ada anak saya dua (Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina), tambah Pak Fahri (Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah) pula," beber Ratna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ratna mengatakan tiga orang sudah cukup untuk penjamin dirinya. Dia tak ingin menyusahkan banyak orang. "Enggak usah, saya enggak mau merepotkan orang juga ya. Mudah-mudahan baik ya terimaksih banyak," imbuh Ratna.
 
Ratna selesai menjalani sidang keempat dengan agenda pembacaan keputusan sela. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak eksepsi atau nota keberatan Ratna.
 
"Mengadili, menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Joni di ruang sidang utama Prof H Oesmar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
Baca: Ratna Pertanyakan Penolakan Eksepsi Hakim
 
Majelis hakum menilai, surat dakwaan JPU pada Kejaksaan Agung telah menguraikan perbuatan Ratna, waktu, dan tempat secara lengkap. Dengan demikian, dakwaan telah dinyatakan secara cermat dan jelas, sehingga harus dilakukan pemeriksaan dalam pokok perkara.
 
"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum tanggal 21 Februari 2019 sudah disusun cermat jelas, lengkap dan dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini lebih lanjut. Menyatakan sidang perkara pidana terdakwa ratna sarumpaet dilanjutkan," ujar Hakim Joni.
 
Ratna sebelumnya mengajukan eksepsi atas dasar keberatan dengan dakwaan yang diterimanya. Ia tak terima disebut menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran dan menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat perbuatannya, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan Ratna pada 26 Maret 2019. JPU diminta menghadirkan sejumlah saksi dan bukti-bukti di muka persidangan.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif