Sidang pemeriksaan saksi kasus suap PN Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Sidang pemeriksaan saksi kasus suap PN Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Istri Buang iPhone ke Sungai Tahu Suami Ditangkap KPK

Nasional Kasus suap hakim
Fachri Audhia Hafiez • 09 Mei 2019 14:39
Jakarta: Mantan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Desi Diah Suryono, sempat membuang ponselnya ke sungai di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Desi panik lantaran suaminya, Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Awalnya jaksa penuntut umum (JPU) KPK mengonfirmasi komunikasi antara Desi dengan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Irwan. Desi saat itu disuruh menghubungi Irwan oleh Ramadhan.
 
"Kata suami saya bilang 'Ya sudah WhatsApp Pak Irwan bagaimana ngopinya'. Saya Tanya, 'Kenapa enggak tanya sendiri?’ Kata dia, ‘Ya sudah kamu saja'," kata Desi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa kemudian menanyakan ponsel yang digunakan oleh Desi. Ponsel itu diyakini terdapat bukti lengkap percakapan antara Desi dengan Irwan. Desi mengatakan ponsel iPhone 6 Plus itu ia buang saat mengetahui suaminya ditangkap KPK.
 
"(Ponsel) hilang saya buang ke sungai saat saya pulang ke rumah orang tua saya di daerah Bekasi karena panik," ucap Desi.
 
KPK mengamankan Ramadhan di kediamannya di kawasan Pejaten Timur, Selasa, 27 November 2018. Ia diduga terlibat dalam perkara suap yang melibatkan dua hakim PN Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan.
 
Iswahyu dan Irwan sebelumnya didakwa menerima suap dari advokat Arif Fitriawan dan Direktur PT. Asia Pacific Mining Resources (PT APMR) Martin P Silitonga. Suap yang juga diterima Muhammad Ramadhan itu sejumlah Rp150 juta dan SGD47 ribu atau setara Rp500 juta.
 
Suap diberikan agar Iswahyu, Irwan, dan Ramadhan memenangkan perkara perdata yang diurus Martin dan Arif di PN Jakarta Selatan dengan Nomor 262/Pdt.G/2018 PN Jaksel. Perkara itu adalah gugatan pembatalan perjanjian akuisisi antara CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT. APMR yang ditangani Iswahyu sebagai ketua majelis hakim dan Irwan selaku hakim anggota.
 
Upaya suap itu bermula saat Arif Fitriawan selaku kuasa hukum (penggugat) menemui Ramadhan untuk meminta bantuan memenangkan perkara yang diurusnya. Ramadhan pun menerima permintaan Arif Fitriawan.
 
Baca: Uang Rp10 Juta Mengalir ke Eks Panitera PN Jaksel
 
Jaksa mengatakan Ramadhan memiliki akses ke PN Jakarta Selatan meski telah bertugas di Jakarta Timur. Ramadhan sebelumnya lama bertugas di PN Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu, Ramadhan berkoordinasi dengan Iswahyu dan Irwan untuk memenangkan perkara Arif.
 
Setelah jumlah uang suap disepakati, Ramadhan meminta uang itu diantarkan ke kediamannya di Lavender Residence, Jalan Swadaya 1, Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Namun sesaat setelah penyerahan uang itu, Arif dan Ramadhan, ditangkap KPK.
 
Atas suap tersebut, Iswahyu dan Irwan didakwa melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif