OC Kaligis/MI/Arya Manggala
OC Kaligis/MI/Arya Manggala

Kaligis Mengakui Tunggu Artidjo Pensiun Demi PK Kedua

Nasional oc kaligis OTT KPK
Damar Iradat • 25 Maret 2019 12:19
Jakarta: Terpidana kasus suap dan gratifikasi Otto Cornelis (OC) Kaligis mengakui menunggu mantan hakim agung Artidjo Alkostar pensiun sebelum mengajukan peninjauan kembali (PK) kedua. Artidjo dikenal sebagai hakim agung yang kerap memberi vonis berat bagi tersangka kasus korupsi.
 
"Begini, kan sekarang sudah enggak ada, Artidjo kan tidak pernah mau melihat fakta hukum dan artinya mengenai undang-undang yang berlaku, dia enggak pernah," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Kaligis juga sempat merasakan tangan dingin Artidjo. Saat itu, Kaligis mengajukan kasasi atas banding hukuman tujuh tahun penjara di Mahkamah Agung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: OC Kaligis Kembali Ajukan PK
 
Saat itu majelis hakim kasasi perkara diketuai Artidjo. Tanpa tedeng aling-aling, majelis hakim agung malah memperberat hukuman mantan advokat kawakan itu menjadi 10 tahun penjara.
 
Kaligis juga menilai selama Artidjo menjabat hakim agung banyak putusan yang amburadul. Ia tak heran banyak terpidana kasus korupsi mengajukan PK setelah Artidjo pensiun.
 
"Bukan cuma saya yang katakan, (mantan) ketua MK Hamdan Zoelva mengatakan ada 17 putusan artidjo yang mesti dieksaminasi. Semua ahli mengatakan putusan Artidjo tidak punya kualitas hukum, itu saja," beber dia.
 
OC Kaligis kembali mengajukan PK atas hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Ia merasa belum puas atas putusan PK pertamanya.
 
Baca: Hakim PN Medan Terima Suap Rp3 Miliar
 
Pada pengadilan tingkat pertama divonis penjara lima tahun lima bulan dan denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan. Hukuman bagi Kaligis bertambah pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi tujuh tahun penjara dengan jumlah denda yang sama.
 
Kaligis kemudian mengajukan kasasi ke MA. Namun, hukumannya malah diperberat menjadi 10 tahun penjara di tingkat kasasi.
 
Ia lantas mengajukan PK atas putusan kasasi tersebut. Putusan PK pertama menyatakan jika hukuman Kaligis diturunkan menjadi tujuh tahun atau setara dengan putusan banding.
 
Kaligis sebelumnya terbukti menyuap Tripeni Irianto Putro selaku Ketua Majelis Hakim PTUN Medan. OC Kaligis disebutkan memberikan US$5.000 dan US$15.000 kepada Tripeni.
 
Selain itu, OC Kaligis juga menyuap masing-masing US$5.000 kepada anggota majelis hakim, yaitu Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Selain itu, ia juga memberikan US$2.000 kepada Syamsir Yusfan selaku Panitera PTUN Medan.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif