Eks Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Eks Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jokdri Penuhi Panggilan Polisi

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola Joko Driyono
Cindy • 25 Maret 2019 10:33
Jakarta: Eks Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) memenuhi panggilan polisi. Dia tiba sekitar pukul 09.15 WIB lebih awal dari jadwal pemeriksaan pukul 10.00 WIB.
 
Jokdri enggan berkomentar saat masuk ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum. "Iya agendanya seperti itu," kata Ketua tim Media Satgas Anti Mafiabola Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Senin, 25 Maret 2019.
 
Sebelumnya, Jokdri mangkir dari panggilan kepolisian sebanyak dua kali lantaran sibuk dengan pekerjaan. Dia meminta pemeriksaan di tunda hingga Senin, 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena alasan pekerjaan, yang bersangkutan akan datang pada Senin besok (25 Maret 2019)," kata Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Baca: Joko Driyono Mangkir Panggilan Polisi
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Rabu, 19 Februari 2019 pagi.
 
Ia menjalani pemeriksaan itu selama 20 jam. Jokdri masuk ruang penyidik pada Senin, 18 Februari 2018 pukul 09.50 WIB dan keluar pada Selasa, 19 Februari 2019 pukul 06.53 WIB.
 
Jokdri diyakini sebagai inisiator perusakan dokumen di kantor PT Liga Indonesia Baru atau kantor Komisi Disiplin PSSI. Ini terungkap pasca-pemeriksaan Jokdri selama 20 jam pada Senin, 18 Februari 2019.
 
"Yang bersangkutan jawab (mengakui) memang menyuruh orang mengamankan barang tersebut (laptop dan dokumen) setelah ruangan disegel," kata Argo.
 
Namun, Argo enggan menjelaskan detail isi dokumen maupun laptop yang diamankan atas perintah Jokdri. Barang bukti yang telah disita akan diungkap di pengadilan. "Nanti di persidangan ya kalau yang itu (barang bukti)," tambah dia.
 
Jokdri dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif