Eks Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Eks Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Joko Driyono Mangkir Panggilan Polisi

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola Joko Driyono
Siti Yona Hukmana • 21 Maret 2019 11:46
Jakarta: Eks Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) tak memenuhi panggilan polisi. Sedianya, dia akan dimintai keterangan sebagai tersangka terkait perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sepak bola.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Jokdri berhalangan hadir. Jokdri meminta pemeriksaan ditunda.
 
"Karena alasan pekerjaan, yang bersangkutan akan datang pada Senin besok (25 Maret 2019)," kata Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokdri telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebanyak empat kali. Namun, penyidik menilai pemeriksaan belum lengkap dan masih perlu digali lagi terkait perusakan barang bukti tersebut.
 
"Penyidik masih memiliki kekurangan keterangan dari beliau terkait dengan barang bukti yang pernah dilakukan penggeledahan. Tentunya nanti mungkin ada kekurangan yang perlu kita dalami kembali," ujar Argo pada Rabu, 20 Maret 2019.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Rabu, 19 Februari 2019 pagi.
 
(Baca juga:Joko Driyono Terindikasi Melakukan Suap)
 
Ia menjalani pemeriksaan itu selama 20 jam. Jokdri masuk ruang penyidik pada Senin, 18 Februari 2018 pukul 09.50 WIB dan keluar pada Selasa, 19 Februari 2019 pukul 06.53 WIB.
 
Jokdri diyakini sebagai inisiator perusakan dokumen di kantor PT Liga Indonesia Baru atau kantor Komisi Disiplin PSSI. Ini terungkap pasca-pemeriksaan Jokdri selama 20 jam pada Senin, 18 Februari 2019.
 
"Yang bersangkutan jawab (mengakui) memang menyuruh orang mengamankan barang tersebut (laptop dan dokumen) setelah ruangan disegel," kata Argo.
 
Namun, Argo enggan menjelaskan detail isi dokumen maupun laptop yang diamankan atas perintah Jokdri. Barang bukti yang telah disita akan diungkap di pengadilan.
 
"Nanti di persidangan ya kalau yang itu (barang bukti)," tambah dia.
 
Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif