Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Ada Lobi di Balik Penangguhan Penahanan Soenarko

Nasional senjata ilegal kasus makar
Whisnu Mardiansyah • 26 Juni 2019 15:43
Jakarta: Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah. Prabowo melobi pemerintah untuk menjamin penangguhan penahanan mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko.
 
"Sampai hari ini Pak Prabowo belum melakukan komunikasi politik dengan lobi-lobi kekuasaan, beliau melakukan komunikasi politik tapi terkait pembebasan penjaminan terhadap para tokoh yang ditangkap dituduh makar, dikriminalisasi dan sebagainya," kata Dahnil di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Prabowo mengutus tim hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad melobi pemerintah membebaskan tokoh-tokoh tersebut. Salah satunya Soenarko yang terjerat kasus kepemilikan senjata api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya (Soenarko) termasuk Eggi, Mustofa Nahra, (di) Sumatera ada lima, hampir ratusan, Pak Prabowo sampaikan itu lewat Sufmi Dasco," ujar Dahnil.
 
(Baca juga:Moeldoko Dukung Penangguhan Penahanan Soenarko)
 
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan penangguhan penahanan terhadap Mayor Jenderal (Purn) Soenarko. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara pertemuan dengan ulama di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kemarin.
 
"Saya tadi baru saja telepon ke Denpom TNI Mayor Jenderal Dedi untuk koordinasi dengan Kababinkum TNI untuk menyampaikan ke penyidik Pak Soenarko agar ada penangguhan penahanan," kata Hadi seperti dilasir Antara, Jumat, 21 Juni 2019.
 
Soenarko ditangkap atas dugaan penyelundupan senjata secara ilegal. Dia sempat ditahan di Rutan Militer Guntur, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya dibebaskan karena mendapat penangguhan penahanan. Penyidik juga menangkap seorang anggota TNI, Praka BP. Ia ditahan di Rutan Militer Guntur.
 
Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dinilai telah memprovokasi masyarakat. Pelaporan itu dilayangkan oleh seorang pengacara, Humisar Sahala.
 
Soenarko dijerat Pasal 110 juncto 108 UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP tentang Makar dan Pasal 163 bis juncto 146 KUHP tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif