Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Moeldoko Dukung Penangguhan Penahanan Soenarko

Nasional senjata ilegal kasus makar Demo Massa Penolak Pemilu
Damar Iradat • 21 Juni 2019 13:45
Jakarta: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dinilai sudah mempertimbangan masak-masak sebelum mengajukan penangguhan penahanan mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko. Soenarko sebelumnya ditahan kepolisian atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.
 
"Dengan pertimbangan-pertimbangan, Panglima, pasti sudah dipertimbangkan masak-masak," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.
 
Moeldoko mengatakan Panglima TNI merupakan pembina purnawirawan. Sehingga, ia yakin Hadi memiliki pertimbangan dalam mengajukan penangguhan penahanan untuk Soenarko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dengan pertimbangan-pertimbangan tersendiri Panglima melakukan itu," ujarnya.
 
Moeldoko mengapresiasi sikap Hadi dalam mengajukan penangguhan penahanan Soenarko. Ia juga mendapat informasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berperan dalam membebaskan Soenarko.
 
"Jadi apa yang dilakukan Panglima menurut saya sudah bisa diterima," kata pria yang juga mantan Panglima TNI itu.
 
Baca:Penangguhan Penahanan Soenarko Dikabulkan
 
Kepolisian sebelumnya menangguhkan penahanan Soenarko. Tersangka kasus penyelundupan senjata ilegal itu bisa menghirup udara bebas hari ini.
 
Ada beberapa pertimbangan penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersebut. Salah satunya jaminan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
 
Penyidik juga mempertimbangan, dalam proses pemeriksaan yang dilakukan, Soenarko cukup kooperatif. Soenarko juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan tidak akan melarikan diri. Dari dasar pertimbangan tersebut penyidik mengabulkan permohonan penangguhan.
 
Sehari sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan penangguhan penahanan terhadap Mayor Jenderal (Purn) Soenarko.
 
"Saya tadi baru saja telepon ke Denpom TNI Mayor Jenderal Dedi untuk koordinasi dengan Kababinkum TNI untuk menyampaikan ke penyidik Pak Soenarko agar ada penangguhan penahanan," kata Hadi seperti dilasir Antara, Jumat, 21 Juni 2019.
 
Soenarko ditangkap dengan dugaan penyelundupan senjata secara ilegal. Dia kini ditahan di Rutan Militer Guntur, Jakarta Pusat. Penyidik juga menangkap seorang anggota TNI, Praka BP. Ia ditahan di Rutan Militer Guntur.
 
Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dinilai telah memprovokasi masyarakat. Pelaporan itu dilayangkan oleh seorang pengacara, Humisar Sahala.
 
Soenarko dijerat Pasal 110 juncto 108 UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP tentang Makar dan Pasal 163 bis juncto 146 KUHP tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif