Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Polisi Usut Kehebohan Tagar Jangan Percaya ACT

Siti Yona Hukmana • 04 Juli 2022 17:06
Jakarta: Masyarakat heboh membicarakan terkait pengelolaan dana umat di media sosial Twitter. Bareskrim Polri mengusut kehebohan soal tagar jangan percaya ACT di media sosial.
 
"Info dari Bareskrim masih proses penyelidikan dulu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin, 4 Juli 2022.
 
Dedi belum memerinci dugaan kasus di ACT. Tagar seperti 'aksi cepat tilep' dan 'jangan percaya ACT' bermunculan usai laporan majalah Tempo keluar. Berita di majalah Tempo itu berjudul "Kantong Bocor Dana Umat".
 

Baca: Polri Kantongi Unsur Pidana Kasus Stupa Borobudur di Twitter Roy Suryo

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi mengatakan belum ada laporan masuk ke Bareskrim Polri terkait kasus ini. Namun, Polri tetap mengusut kegaduhan tersebut.
 
"Belum ada laporan, masih lidik mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) dahulu," ujar Dedi.

Tanggapan ACT

ACT buka suara perihal tagar 'aksi cepat tilep' ramai di media sosial. ACT memastikan pihaknya masih menjalankan amanah memberikan dana ke 59 juta penerima manfaat.
 
ACT tengah membahas langkah terbaik terkait pemberitaan di majalah Tempo. "Saat ini manajemen ACT sedang membahas dan mempersiapkan penanganan terbaik terkait pemberitaan media (Tempo)," ujar Head of Public Relation ACT, Clara.
 
Clara meminta doa agar ACT bisa mengatasi masalah tersebut. Menurut dia, masalah itu merupakan ujian di tahun politik.
 
"Mohon doa tulus teman-teman sekalian agar kami dapat senantiasa mengelola amanah secara profesional, di tengah banyaknya ujian yang sedang dihadapi lembaga di tahun-tahun politik saat ini," ujar dia.
 
Medcom.id mencoba membuka aplikasi Twitter. ACT menjadi trending topik di media sosial tersebut. Ada 11,5 ribu netizen yang melakukan cuitan terkait Aksi Cepat Tanggap.
 
"Aksi cepat tanggap vs aksi cepat tilep fokus reportase Tempo adalah dana-dana yang dipakai oleh elit ACT. Copas sebagian: Tempo ke Ibnu Khajar (Presiden ACT saat ini): Presiden ACT kabarnya mendapat gaji lebih dari Rp250 juta dan senior vice president sampai Rp150 juta, benarkah?" cuit salah satu akun @dina_sulaeman.
 
"Komen saya tentang isu di Aksi Cepat Tanggap. Tertulis jelas di Tempo - itu kalau kita mau baca dengan jernih - ACT sekarang yang dipimpin Ibnu Khajar sedang mencoba memperbaiki diri. Mereka menghapus semua fasilitas-fasilitas mewah. Atas desakan netizen? Tidak, mereka lakukan duluan," cuit akun lainnya @af1_.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif