Ilustrasi. (medcom.id)
Ilustrasi. (medcom.id)

5 Tersangka Investasi Bodong Evotrade Segera Disidang

Nasional polri judi online Investasi Bodong Penipuan investasi Binary Option Robot Trading
Siti Yona Hukmana • 28 April 2022 08:45
Jakarta: Sebanyak lima tersangka kasus investasi bodong robot trading Evotrade segera disidang. Bareskrim Polri telah melimpahkan para tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan. 
 
"Kasus Evotrade dengan lima tersangka atas nama AK, E, BES, MS, dan AM sudah dilakukan tahap II di Kejaksaan Negeri Kota Malang pada Selasa, 26 April 2022," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Kamis, 28 April 2022. 
 
Penyidik melimpahkan berkas perkara kelima tersangka beberapa waktu lalu. Kemudian, dinyatakan lengkap berdasarkan surat Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) nomor B-1617/E.3/EKU.1/04/2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti dan telah dilimpahkan ke Kejari Kota Malang untuk persidangan. Berikut bukti yang telah disita: 
 
1. Dokumen kegiatan robot trading Evotrade
2. Rekening koran para tersangka
3. Enam laptop untuk kegiatan operasional Evotrade
4. Lima handphone
5. Uang dollar Singapura senilai Rp12 miliar,
6. Iang tunai Rp100 juta
7. Dua kendaraan roda empat jenis BMW M5 dan Z4
8. Satu unit rumah atas nama AM di Kota Malang
9. Uang Rp8,9 miliar dari rekening penampung atas nama DES
10.Uang senilai Rp2,8 miliar dari rekening tersangka AM
11. Uang senilai Rp144,9 miliar dari rekening tersangka Anang Diantoko (AD)
 
Baca: Bos DNA Pro Daniel Abe Ditangkap Saat Kembali dari Turki
 
Gatot menerangkan untuk berkas perkasa tersangka pemilik Evotrade, Anang Diantoko (AD) dilakukan terpisah dari lima tersangka lainnya. Pelimpahan juga segera dilakukan. 
 
"Uang yang berada dalam rekening pribadi tersangka sedang diajukan pada pihak pengadilan negeri untuk didapatkan penetapan," tutur Gatot. 
 
Total, Bareskrim Polri menetapkan enam tersangka dalam kasus investasi bodong ini. Keenam tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 3, 5 dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif