Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Kejagung Sudah Kirim Surat Pemanggilan Surya Darmadi ke Alamat Singapura

Tri Subarkah • 09 Agustus 2022 09:41
Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengirim surat pemanggilan kepada pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi sebanyak tiga kali. Surya sudah ditetapkan tersangka kasus korupsi penguasaan lahan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan dua surat pemanggilan itu dikirim ke alamat Surya di Jalan Bukit Golf Utama PE.9 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, serta kantor Duta Palma Group di Palma Tower lantai 22, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Selain itu, surat dikirim ke Singapura.
 
"Ke alamat di 21 Nassim Road # 01-18 Nassim Park Residences, Singapura, 258462 yang merupakan tempat tinggal tersangka SD (Surya) di Singapura," jelas Ketut melalui keterangan tertulis, Selasa, 9 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejagung juga sudah mengumumkan surat pemanggilan Surya di dua surat kabar nasional. Kendati demikian, sampai saat ini Surya tidak kooperatif karena tidak memenuhi pemanggilan untuk diperiksa. Kejagung menilai bahwa Surya telah melepaskan hak-haknya dalam melakukan pembelaan selama poses penegakan hukum.
 
"Kejagung akan terus melakukan koordinasi dalam pencarian serta penegakan hukum tetap berjalan sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ketut.
 

Baca: Kejagung Nilai Hak Pembelaan Tersangka Surya Darmadi Telah Lepas


 
Sebelumnya, Kementerian Urusan Luar Negeri Singapura telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut bahwa Surya tidak berada di Singapura. Pernyataan itu dikeluarkan sebagai respons atas pemberitaan media-media Indonesia terkait kasus yang membelit Surya saat ini.
 
"Berdasarkan data imigrasi kami, Surya Darmadi saat ini tidak berada di Singapura," demikian pernyataan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Urusan Luar Negeri Singapura, Jumat, 5 Agustus 2022.
 
Dalam kasus penguasaan lahan Duta Palma Group, penyidik Jampidsus turut menjerat Surya dengan beleid tindak pidana pencucian uang (TPPU). Selain Surya, Kejagung menetapkan Bupati Indragiri Hulu periode 1999-2008 Raja Thamsir Rachman sebagai tersangka.
 
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengungkap perkara itu telah merugikan negara sebesar Rp78 triliun. Jumlah ini terbagi atas kerugian keuangan dan kerugian perekonomian. 
 
Pada 2003, Surya disebut melakukan kesepakatan dengan Raja untuk mempermudah izin kegiatan usaha lima perusahaannya di bawah grup Duta Palma.
 
Usaha budidaya perkebunan dan pengolahan kelapa sawit itu terletak di kawasan hutan produksi konversi (HPK), hutan produksi terbatas (HPT), dan hutan penggunaan lainnya (HPL) di lahan seluas 37 ribu hektare.
 
Menurut Burhanuddin, kelengkapan perizinan dibuat secara melawan hukum dan tanpa didahului dengan izin prinsip maupun analisis dampak lingkungan. Di samping itu, grup perusahaan Surya juga tidak memenuhi kewajiban hukum dalam menyediakan pola kemitraan sebesar 20 persen dari total areal kebun yang dikelola
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif