Alasan Novanto tak Ajukan Banding
Ketua DPR Setya Novanto menjalani sidang pembacaan vonis kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 24 April 2018. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Jakarta: Terdakwa Setya Novanto membeberkan alasannya untuk tidak mengajukan banding atas vonis 15 tahun penjara. Novanto mengaku meminta pendapat dari keluarga sebelum memutuskan untuk menerima putusan hakim.

Saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Novanto sempat menjelaskan keputusannya untuk tidak mengajukan banding. Salah satu alasannya yakni ia ingin menenangkan diri setelah menjalani proses persidangan.

"Ya, yang pertama memang setelah 30 April saya konsultasi dengan keluarga, anak, dan istri, juga penasihat hukum. Dengan pertimbangan yang tinggi saya memang tidak banding," kata Novanto, Kamis, 3 Mei 2018.


Mantan Ketua DPR RI itu sadar memiliki hak untuk mengajukan banding. Namun, ia juga beralasan ingin meredakan suasana sosial dan politik yang sempat memanas saat persidangannya berjalan.

"Ini untuk menjernihkan suasana sosial. Cooling down dulu," ucap dia.

Baca: KPK Perkuat Bukti Pencucian Uang Novanto

Novanto juga mengaku bakal tetap mengikuti jalannya proses persidangan terdakwa lainnya dari balik jeruji. Ia berharap fakta-fakta soal korupsi KTP elektronik (KTP-el) bisa terungkap dalam sidang lainnya.

Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus korupsi KTP-el. Eks ketua umum Partai Golkar itu juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Mantan ketua Fraksi Partai Golkar itu dituntut membayar uang pengganti sebesar US$7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id