Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Hakim PN Jaktim Ultimatum Munarman

Nasional terorisme Pengadilan Penegakan Hukum Munarman Ditangkap Terduga Teroris
Fachri Audhia Hafiez • 08 Desember 2021 10:48
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) meminta terdakwa kasus dugaan keterlibatan dalam pembaiatan terkait terorisme, Munarman, mematuhi prosedur persidangan secara offline atau langsung. Hakim akan meninjau ulang pelaksanaan sidang itu jika prosedur dilanggar.
 
"Apabila pemohon melanggar apa yang dinyatakan dalam permohonan 1 Desember 2021 maka penetapan akan ditinjau kembali dan persidangan secara atau elektronik," kata Ketua Majelis Hakim di PN Jaktim, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Baca: Sidang Kasus Terorisme Munarman Berlanjut

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Susunan majelis hakim yang menyidangkan kasus Munarman masih dirahasiakan. Bahkan, berdasarkan pengamatan Medcom.id melalui laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaktim tidak tercantum nama-nama hakim tersebut.
 
Majelis hakim telah mengabulkan permohonan Munarman untuk dihadirkan secara langsung di persidangan. Munarman diminta hadir secara offline pada persidangan berikutnya. Awalnya, dia hadir secara online dari rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.
 
Sementara, ruang persidangan hanya diisi oleh perangkat sidang. Yakni, majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan penasehat hukum Munarman.
 
Majelis meminta persidangan offline mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19. Seluruh perangkat sidang diminta menghormati aturan yang berlaku tersebut.
 
"Bahwa persidangan secara online akan berlangsung dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19, yaitu menjaga jarak atau tidak berkerumun, menjaga kebersihan tangan dan menggunakan masker," ujar hakim.
 
Persidangan yang dimulai sekitar pukul 09.20 WIB dilanjutkan dengan pembacaan surat dakwaan. Sementara itu, Munarman masih mengikuti persidangan dari rutan Polda Metro Jaya.
 
Sebelumnya, majelis hakim PN Jaktim menunda pembacaan surat dakwaan Munarman pada Rabu, 1 Desember 2021. Penundaan terkait dengan sejumlah keberatan dari kubu Munarman.
 
Persidangan dilaksanakan secara terbatas. Awak media tidak diperbolehkan masuk ke ruang sidang. Persidangan hanya bisa dipantau melalui pengeras suara yang disediakan oleh pengadilan.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif