Sidang unlawful killing di PN Jaksel/Medcom.id/Aria Triyudha
Sidang unlawful killing di PN Jaksel/Medcom.id/Aria Triyudha

Sidang Unlawful Killing Eks Laskar FPI, Ini Dakwaan 2 Polisi

Aria Triyudha • 18 Oktober 2021 15:36
Jakarta: Sebanyak dua terdakwa kasus unlawful killing empat eks laskar Front Pembela Islam (FPI), Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella menjalani sidang perdana. Keduanya didakwa primair pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dan dakwaan subsidair Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.
 
Pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kedua terdakwa digelar dalam persidangan unlawful killing terpisah. Terdakwa Briptu Fikri Ramadhan mendapat giliran pertama menjalani persidangan unlawful killing.
 
"Perbuatan terdakwa Fikri Ramadhan merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Jaksa Zet Tadung Allo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin, 18 Oktober 2021..

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa menyebut perbuatan terdakwa bersama-sama dengan saksi Ipda M Yusmin Ohorella dan Ipda Elwira Priadi Z (almarhum) mengakibatkan meninggalnya empat eks laskar FPI. Keempatnya ialah M Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadafi Poetra.
 
Baca: Sidang Perdana Unlawfull Kiliing Digelar Besok
 
Sebanyak empat eks laskar FPI itu ditembak di dalam mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi B 1519 UTI di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020. Terkait dakwaan subsidair, terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dikenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Menurut Jaksa, terdakwa Briptu Fikri juga melakukan penganiayaan bersama saksi Ipda M Yusmin Ohorella dan Ipda Elwira Priadi Z (almarhum). Sehingga, menyebabkan kematian empat laskar eks FPI tersebut.
 
Sementara itu, Ipda M Yusmin Ohorella mendapat giliran menjalani persidangan setelah terdakwa Briptu Fikri Ramadhan. Ipda Yusmin juga didakwa JPU dengan dakwaan serupa.
 
Sebanyak enam laskar eks FPI tewas dalam dua kejadian terpisah. Pertama, dua laskar meregang nyawa saat baku tembak dengan polisi di KM. 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020.
 
Kedua, empat laskar meninggal dunia akibat tindakan tegas dan terukur oleh polisi di dalam mobil ketika hendak dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Langkah polisi tidak dibenarkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM menilai terdapat dugaan unlawfull killing kepada empat eks laskar FPI tersebut.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif