Pegiat media sosial Adam Deni. Foto: Instagram
Pegiat media sosial Adam Deni. Foto: Instagram

Mengaku Sakit, Polisi Pastikan Adam Deni Sehat

Fachri Audhia Hafiez • 23 Februari 2022 18:36
Jakarta: Polri menampik kondisi tersangka kasus akses ilegal Adam Deni sedang sakit. Adam dipastikan sehat selama menjalani penahanan di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim.
 
"Kondisinya (Adam Deni) bagus," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Rabu, 23 Februari 2022. 
 
Ramadhan menjelaskan setiap tahanan selalu dipantau kesehatannya. Termasuk, kesehatan pegiat media sosial tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi kesehatan AD (Adam Deni) selalu dilakukan pengecekan rutin oleh dokter," jelasnya.
 
Berkas perkara Adam Deni sudah masuk pelimpahan tahap dua. Artinya, Adam segera diadili.
 
"Terkait AD prosesnya sudah tahap dua dan statusnya tahanan kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim Polri," terangnya.
 
Baca: Adam Deni Segera Diadili
 
Sebelumnya, Adam Deni membuat video permintaan maaf seusai tersandung kasus dugaan mengunggah dokumen pribadi tanpa seizin pemilik atau ilegal akses. Video tersebut ditujukkan kepada Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni yang diduga menjadi pelapor kasus itu. 
 
Adam menceritakan bahwa dirinya sudah ditahan selama 13 hari di Rutan Bareskrim Polri. Selama di dalam sel, dia mengaku tidak pernah macam-macam.
 
"Saya ikuti semua aturan, saya juga di dalam sel isolasi mandiri, yang mana sel tersebut dikunci dari luar kita tidak bisa keluar," ujar Adam Deni dalam keterangan videonya, pada Selasa, 22 Februari 2022.
 
Adam juga mengaku terjangkit banyak penyakit sejak berada di dalam Rutan Bareskrim. Kondisi psikologisnya disebut hancur karena banyak mengalami fitnah.
 
"Saya juga terkena banyak penyakit juga selama di dalam. Saya difitnah di luar pun itu saya juga kaget, saya enggak megang HP, HP semua disita saya enggak megang apa-apa lagi," beber Adam.
 
Adam Deni dijerat Pasal 48 ayat 1, 2, 3 Juncto (Jo) Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. 
 
Penyelidikan kasus berawal saat polisi menerima laporan bernomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Direktorat Tindak Pidana Siber tanggal 27 Januari 2022. Pelapor Adam Deni berinisial SYD teranyar disebut bernama Suyudi.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif