Massa aksi lari berhamburan menghindari gas air mata saat terlibat bentrok dengan polisi di Jalan Wahid Hasyim, depan gedung Bawaslu, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Massa aksi lari berhamburan menghindari gas air mata saat terlibat bentrok dengan polisi di Jalan Wahid Hasyim, depan gedung Bawaslu, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Dewan Pers Independen Selesaikan Polemik Majalah Tempo

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Kautsar Widya Prabowo • 13 Juni 2019 07:33
Jakarta: Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh memastikan independen dalam menangani kasus majalah Tempo dengan mantan Komandan Tim Mawar Mayor Jenderal (Purn) Chairawan Kadarsyah Nursyirwan. Sikap ini ditekankan mengingat Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli kini anggota Dewan Pers.
 
"Jadi pada saat urusan yang terkait dengan pekerjaannya dia (Arif Zulkifli), dia ndak boleh ikut. Jadi akan diselesaikan yang bukan Tempo, gambarannya gitu. Itu sudah bagian kode etik kita, begitu nyangkut media X, maka siapapun yang dari media X off," ujar Nuh saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Menurut Nuh, Dewan Pers bekerja atas kepercayaan publik dalam mengusut setiap persoalan yang menyangkut dengan dunia pers. Sudah menjadi kewajiban Dewan Pers menjadi penengah dari polemik tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Insyaallah itu bagian dari integritas kita bagian dari komitmen kita. Kita ndak boleh siapa pun mau intervensi kita tetap pegang teguh kode etik, dan yang penting mendinginkan," tutur dua.
 
Sementara itu, Arif Zulkfli membenarkan dirinya tidak akan ikut terlibat dalam polemik yang ikut menyeret medianya. Hal tersebut sudah dilakukanya saat rapat pleno Dewan Pers hari ini dalam membahas permasalahan majalah Tempo dengan mantan anggota Tim Mawar.
 
"Tadi rapat pleno pertama salah satunya membahas laporan kepada Tempo. Saya langsung bilang oke saya keluar, gitu. Nanti setelah pembicaraan itu selesai saya diundang lagi buat pembicaraan yang lain," tutur dia.
 
Selasa, 11 Juni 2019, Dewan Pers menerima laporan Chairawan terkait pemberitaan majalah Tempo berjudul "Tim mawar dan Rusuh Sarinah". Dewan Pers pun bakal mengecek dugaan pelanggaran etik jurnalistik pada pemberitaan tersebut.
 
"Dewan Pers akan segera memeriksa produk jurnalistik ini. Apabila ada produk jurnalistik yang dianggap merugikan maka Dewan Pers akan memeriksanya (lebih dulu)," kata Wakil Ketua Dewan Pers Hendri Bangun.
 
Baca: Dewan Pers Mediasi Tempo dan Eks Tim Mawar Pekan Depan
 
Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 memuat berita terkait kerusuhan 21-22 Mei. Di dalam tulisannya, Tempo menyebut adanya keterlibatan Tim Mawar saat aksi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu. Tim Mawar pernah terlibat dalam aksi penculikan aktivis 1998.
 
Salah satu eks anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid, ada dalam pemberitaan "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah". Dia merupakan anak buah calon presiden Prabowo Subianto semasa di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
 
Dia mengikuti beberapa pertemuan untuk membahas rencana aksi demo yang berujung ricuh. Pertemuan dilakukan di Kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Kertanegara, Jakarta Pusat dan di Hotel dekat Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif