Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

KPK Panggil Ulang Anak Buah Samin Tan

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 27 Februari 2019 11:20
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil karyawan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), Vera Likin. Pemeriksaan ini merupakan pemanggilan ulang karena Vera mangkir sebagai saksi kasus dugaan suap terkait terminasi perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT (Pemilik PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk, Samin Tan)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Penyidik juga memanggil ulang satu swasta bernama Fitrawan Tjandra alias Oscar. Vera Likin yang merupakan anak buah Samin Tan dan Oscar sedianya diperiksa pada Jumat, 22 Februari 2019. Namun, keduanya mangkir tanpa memberi keterangan kepada penyidik KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menetapkan pemilik PT BLEM Samin Tan sebagai tersangka baru kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.
 
Suap diberikan agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM. Diduga, PT BLEM milik Samin Tan telah mengakuisisi PT ATK.
 
Baca: PT Borneo Lumbung Energi Dibidik KPK
 
Eni Maulani Saragih pun akhirnya menyanggupi permintaan itu dan memengaruhi pejabat Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Eni Maulani Saragih memang juga memiliki posisi sebagai anggota Panitia Kerja Mineral dan Batu Bara (Panja Minerba) di Komisi VII DPR RI.
 
Dalam proses penyelesaian itu, Eni Maulani Saragih diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tanaga ahli Eni Maulani Saragih.
 
Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif