Sidang pemeriksaan saksi terdakwa mantan Menpora Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa mantan Menpora Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Staf Protokoler Kemenpora Tunduk ke Miftahul Ulum

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Fachri Audhia Hafiez • 18 Maret 2020 18:13
Jakarta: Mantan staf protokoler Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengakui selalu menuruti perintah Miftahul Ulum selaku asisten pribadi (Aspri) eks Menpora Imam Nahrawi. Salah satunya, kerap disuruh mengambil uang dari sejumlah pihak.
 
"Karena di lingkungan protokol Kemenpora, ada kasubag protokol, ada aspri Menpora, sama ada ajudan. Ketiga ini saling keterkaitan untuk pelaksanaan agenda Pak Menteri, (terlebih) beliau (Ulum) aspri Imam Nahrawi," ujar Arief saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Arief mengaku pernah disuruh mengambil uang sejumlah Rp3 miliar dari Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Johny E Awuy pada 2018. Uang disimpan di dalam sebuah koper.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pak Johny bilang 'ini mas ada uang untuk mas Ulum'," kata Arief.
 
Uang kemudian diserahkan kepada Ulum. Namun Arief tidak mengetahui sumber uang tersebut.
 
Baca: Stafsus Imam Disebut Tagih Uang untuk Kepentingan Organisasi Keagamaan
 
Arief juga pernah dua kali diperintah menemui mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Lina Nurhasanah pada 2016. Arief disuruh mengambil sebuah tas ransel dan goody bag.
 
Dia mengklaim tidak mengetahui isi dari dua tas tersebut. "Saya enggak buka dan enggak dikasih tahu juga," ucap Arief.
 
Imam Nahrawi didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,64 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Suap diberikan agar proses persetujuan dan pencairan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada 2018 cepat diproses.
 
Hibah tersebut dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya, pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi pada Multieven Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif