Pengungkapan kasus aborsi ilegal/Medcom.id/Siti.
Pengungkapan kasus aborsi ilegal/Medcom.id/Siti.

Pembunuh WN Taiwan Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Senen

Nasional pembunuhan aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 18 Agustus 2020 15:34
Jakarta: Subdit 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Pengungkapan berdasarkan informasi dari pembunuh warga negara (WN) Taiwan Hsung Ming Hu, 52, berinisial SS, 37.
 
"Tersangka SS menggugurkan kandungan di klinik itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
SS berhubungan dengan WN Taiwan yang merupakan bos perusahaan roti. SS hamil dan Hsung tak mau bertanggung jawab.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bos roti itu memberikan uang kepada SS untuk menggugurkan kandungan tersebut. Namun, SS kesal dan membunuh Hsung.
 
"Tersangka ini mengugurkan kandungannya dibantu biaya korban sendiri. Dari keterangan SS dikembangan oleh Krimum Polda Metro Jaya," ujar Yusri.
 
SS ditahan atas kasus pembunuhan berencana. Dia dijerat Pasal 340, 338, 365 dan 351 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.
 
Baca:WN Taiwan Dibunuh Lantaran Minta Karyawan Gugurkan Kandungan
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut SS bisa dikenakan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Sebab, SS terbukti telah menggugurkan kandungannya.
 
"Terhadap SS bisa dikenakan pasal aborsi," kata Tubagus.
 
Subdit 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktik abrosi ilegal di Klinik Dr. SWS, Jalan Raden Saleh, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2020. Sebanyak 17 tersangka ditangkap.
 
Klinik yang beroperasi selama lima tahun itu punya izin resmi. Namun dokter yang bertugas tidak mengantongi izin praktik.
 
Sebanyak 2.638 pasien tercatat menggugurkan kandungan di fasilitas kesehatan tersebut. Dalam kurun waktu sejak 2 Januari 2019 hingga 10 April 2020.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif