Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. MI/Adam Dwi
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. MI/Adam Dwi

Ini Langkah Menkumham untuk Mengurangi Kelebihan Penghuni Rutan

Media Indonesia.com • 29 September 2022 06:44
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menanggapi persoalan kelebihan kapasitas ruang tahanan di semua lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) di sejumlah daerah di Indonesia. Dia mengaku telah menyiapkan langkah untuk mengatasi hal itu.
 
"Langkahnya adalah mengirim (tahanan) ke (lapas) yang tidak padat. Dan kami juga punya program asimilasi integrasi," ujar Menteri Yasonna mengutip Mediaindonesia.com, Kamis, 29 September 2022.
 
Perihal over kapasitas lapas maupun rutan, sesuai data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), kini penghuninya sudah mencapai 276.172 orang per 19 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data itu, terjadi kelebihan penghuni penjara sebanyak 144.065 orang atau sekitar 109 persen dari kapasitas rutan dan lapas. Rinciannya terdapat 227.431 orang merupakan berstatus narapidana (vonis), dan 48.741 orang masih berstatus tahanan.
 
"Tentunya menambah lapas sesuai kemampuan finansial kami," ujar dia.

Baca: Plt Dirjen Imigrasi Berkomitmen Tingkatkan Layanan


Pihaknya berharap, revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang sedang proses pembahasan di DPR bisa menjadi salah satu jalan keluar terkait kelebihan lapas maupun rutan. Pasalnya mayoritas tahanan berkasus narkotika.
 
"Kami berharap, dengan revisi Undang-Undang Narkotika nanti. Apalagi, pecandu setelah diassessment tidak dibuat (ditahan) di lapas, tapi direhabilitasi. Itu mengurangi tekanan kepada over kapasitas kita," jelas dia.

 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif